BEM USK Mengadakan Undangan Terbuka Konsolidasi Akbar Mahasiswa se-Aceh | Industrial Times

0

 


Banda Aceh, Industrialtimes.net, Universitas Syiah Kuala (29/06/2021) Selasa, pukul 16.00 WIB sampai dengan selesai, pihak BEM Universitas Syiah Kuala telah melaksanakan kegiatan Konsolidasi Akbar Mahasiswa secara terbuka. Tema yang diangkat dalam forum ini yaitu ‘Pemerintah Aceh dalam Bayang-Bayang Mega Korupsi. Saatnya Mahasiswa Bergerak!!’. Forum terbuka ini dilakukan secara daring menggunakan Zoom Meeting yang dihadiri oleh kurang lebih 98 orang dengan mengundang seluruh mahasiswa se-Aceh.

Forum ini dibuka oleh Angga Fachrezi sebagai Sekjen BEM USK, serta beberapa perwakilan mahasiswa Aceh sebagai pemantik diantaranya Fikrah Aulia, Rizky Alfarizie, Rais, Andi Firdaus dan Dwi Setiawan. Forum ini dilakukan guna mengajak seluruh mahasiswa se-Aceh untuk bersama-sama membahas dan bergerak terkait beberapa permasalahan yang terjadi di Aceh.

 


 


Maraknya skandal Mega korupsi di Aceh dan pejabat pemerintah yang tidak kooperatif dalam memberikan keterangan akan dugaan Mega korupsi, serta pihak KPK yang belum mempublikasikan apapun temuannya membuat masyarakat bertanya-tanya. Oleh karena itu, konsolidasi ini bertujuan untuk menyamakan perspektif dan menyatukan opini dari mahasiswa mengenai permasalahan tersebut. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan rasa cinta dari mahasiswa akan dinamika yang terjadi di Aceh karena berbagai dugaan yang beredar, yang mana berpotensi menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat.

Berdasarkan pemaparan hasil analisa BEM USK yang dikumpulkan melalui beberapa sumber literasi, terdapat cukup banyak berita terkait permasalahan korupsi di Aceh, baik di kanal berita nasional, regional, maupun kanal daerah luar provinsi Aceh. BEM USK juga menarik beberapa premis yang menghasilkan berbagai spekulasi karena banyaknya ketidakjelasan informasi baik dari KPK maupun pemerintah Aceh.

 


Mahasiswa sebagai agent of change, tentunya perlu untuk mendalami fungsi dan perannya pada dugaan Mega korupsi di Aceh ini. Dalam hal ini, BEM USK ingin mengimplementasikan social control yang merupakan salah satu fungsi mahasiswa dalam dinamika-dinamika politik yang terjadi saat ini. “Mahasiswa adalah harapan terakhir derita rakyat!!”, ucap Andi Lancok alias Andi Firdaus. Berdasarkan konsolidasi yang telah dilakukan, disepakati bahwa Aceh sedang tidak baik-baik dan dan mahasiswa perlu melakukan pergerakan bersama. Oleh karena itu, saat ini masyarakat sangat membutuhkan peran mahasiswa. Sehingga diharapkan mahasiswa dapat terus berjuang dan bersuara untuk rakyat Aceh.

Posting Komentar

 
Top