Bantuan UKT Unsyiah Yang Setengah Hati | Industrial Times

0


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menjamin tidak ada mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) yang putus kuliah atau drop out saat pandemi virus corona, hanya gara-gara tak mampu membayar biaya semester.

Nadiem mengatakan bahwa penerapan uang kuliah tunggal (UKT) di tengah pandemi virus corona sudah diatur dalam Permendikbud No. 25 Tahun 2020. Nadiem menginstruksikan perguruan tinggi negeri (PTN) memberi keringanan UKT bagi mahasiswa yang ekonominya terdampak Covid-19.

Universitas Syiah Kuala Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negri (PTN) yang berada dibawah naungan kementrian pendidikan dan kebudayaan sudah selayaknya berpedoman kepada peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh kementrian.

Berikut Isi dari permendikbud nomor 25 tahun 2020 pasal 9 ayat 4 “Dalam hal Mahasiswa, orang tua Mahasiswa, atau pihak lain yang membiayai Mahasiswa mengalami penurunan kemampuan ekonomi, antara lain dikarenakan bencana alam dan/atau non-alam, Mahasiswa dapat mengajukan:

1. pembebasan sementara UKT;
2. pengurangan UKT;
3. perubahan kelompokUKT; atau
4. pembayaran UKT secara mengangsur”

Menurut Angga Fachrezi selaku ketua dewan perwakilan mahasiswa Fakultas teknik “Terjadi sangat banyak keluhan dari mahasiswa khususnya di fakultas teknik sehingga sudah selayaknya Unsyiah sebagai kampus jantong hate rakyat aceh membantu meringankan beban dari orang tua mahasiswa bukan malah melukai hati mahasiswanya dengan penerapan kebijakan keriangan UKT yang setengah hati dan tidak memenuhi poin-poin dari permendikbud nomor 25 tahun 2020 tersebut.

Unsyiah hanya memberlakukan Pengurangan UKT untuk mahasiswanya dan juga terjadi penseleksian secara sepihak terhadap mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan yang diberikan dan tidak ada pemberitahuan berdasarkan apa mahasiswa bersangkutan dikatakan layak atau tidaknya mendapatkan bantuan pengurangan tersebut. Parahnya Unsyiah tidak menerapkan 3 poin lainnya yaitu pembebasan sementara UKT, perubahan kelompok UKT, pembayaran UKT secara mengangsur.

Harapannya Unsyiah dapat meninjau kembali kebijakan bantuan UKT dan juga kedepannya dapat menerapkan peraturan kemendikbud dengan baik seperti aturan baru pemberian kuota internet 50GB perbulan untuk mahasiswa dan dosen, malahan kalau bisa Unsyiah memberikan lebih sehingga julukan kampus jantong hate rakyat aceh tidak hanya isapan jempol belaka tambah Angga.

Posting Komentar

 
Top