| Industrial Times

0

Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional XVI yang diselenggarakan di Universitas Syiah Kuala berlangsung meriah. Sejumlah penampilan menarik berhasil memikat ribuan mata yang hadir di Stadion Mini Unsyiah. Seisi stadion pun bergumuruh dengan suara tepukan tangan sebagai bentuk apresiasi atas penampilan yang disajikan oleh mahasiswa Unsyiah tersebut.  (Minggu, 29/7).
Panitia menyuguhkan beberapa penampilan menarik yaitu Tarian Kolosal bernama “Surah”, aneka atraksi menarik seperti musik choir, marching band, defile 179 kafilah MTQMN, serta permainan cahaya lampu yang indah.
 Lantunan ayat suci al quran dari Takdir Fareza yang mengawali pembukaan MTQMN ini, turut membuat decak kagum penonton. Suara takbir dan salawat bersahutan di antara ayat-ayat alquran yang dibacakan oleh Juara MTQ Internasional 2015 di Istanbul Turki itu. Penampilan ini kian sempurna dengan pembacaan saritilawah dari Putri Hidayatullah Ade Kusuma, Mahasiswi Program Studi Farmai FMIPA Unsyiah.
Pada malam Minggu itu, Tarian Kolosal “Surah” menjadi salah satu penampilan yang cukup memikat penonton. Tarian ini ditampilkan oleh 250 mahasiswa Unsyiah, dengan koreografer Imam Juaini MA. Penata Musik oleh Surya Darma dan Narasi oleh Herman RN.  Tarian Kolosal ini merupakan garapan massal yang bersumber dari unsur-unsur tari tradisional dan ritual keagamaan masyarakat Aceh.
Unsyiah menjadi tuan rumah MTQMN XVI 2019 yang dilaksanakan mulai tanggal 28 Juli – 4 Agustus 2019. Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Prof. Dr. Ismunandar. Jumlah peserta yang hadir mencapai 1.931 orang dari 179 perguruan tinggi dan swasta di seluruh Indonesia. Mereka akan bertanding pada 15 cabang perlombaan.
Ismunandar mengatakan, pergelaran MTQMN ini jangan hanya dimaknai sebatas kegiatan rutin saja. Namun harus menjadi penyemangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan mengamalkan nilai-nilai al quran di dalamnya.
“Jadikan ini suntikan energi bagi kita untuk membumikan al quran dalam kehidupan nyata. Mari pahami dan renungkan maksud alquran, bagaimana kita menjalankan petunjuk Allah dalam memperkokoh akhlakul karimah,” ucapnya.
Sementara itu Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng dalam sambutannya mengatakan, Unsyiah sangat berbahagia karena 179 kafilah MTQMN telah tiba semua di Aceh dengan selamat. Kehadiran kafilah ini menjadi kehormatan bagi Unsyiah. Dan sebagai tuan rumah, Unsyiah akan berupaya memberikan pelayanan yang terbaik selama mereka di sini.
“Kami bahagia dan bangga dapat menjalin silaturahim dengan para mahasiswa utusan Perguruan Tinggi se-Indonesia, sekaligus kami bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada kami, untuk menjadi tuan rumah pada event MTQMN ini,” ungkap Rektor.
Rektor juga mengatakan, tujuan utama diturunkannya Alquran oleh Allah SWT adalah untuk menjadi pedoman bagi manusia dalam meniti hidupnya sebagai hamba. Dan hamba paling mulia, serta yang terbaik di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa di antara kita. Taqwa itu merupakan karakter mulia yang yang dituntun oleh Alquran untuk melekat pada seseorang.
“Tuntutan  Alquran  ini diadopsi oleh pendidikan nasional Indonesia, untuk membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian mulia, bekerja keras, tangguh, mandiri, cerdas, terampil, sehat jasmani dan rohani, serta bertanggung jawab,” ucapnya.
Di sisi lain, Alquran juga mengajarkan bahwa kita semua bersaudara, diikat oleh aqidah yang sama. Oleh karena itu, meskipun Allah menyuruh kita berlomba dalam kebaikan, namun perlombaan itu sama sekali tidak mengisyaratkan permusuhan, tidak ada kedengkian, apalagi keinginan untuk mencelakakan lawan.
“Semangat ini juga harus terpatri kuat dalam setiap diri peserta MTQ Mahasiswa kali ini, karena meskipun kita berlomba, tapi kita bersaudara,” pesan Rektor.
Turut hadir dalam kegiatan Asisten I Setda Aceh Dr. M. Jafar, SH.,M.Hum beserta unsur Forkopimda Aceh, para pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia, Wakil Rektor dan Dekan di lingkungan Unsyiah. Anggota DPRA dan DPRK serta sejumlah tamu undangan lainnya.
(Repost : unsyiah.ac.id)

Posting Komentar

 
Top