BEM UNSYIAH: Lembaga Penegak Hukum di Aceh, Wajib Tuntaskan Kasus Pembegalan Beasiswa oleh Oknum DPRA | Industrial Times

0
(Gambar: Ilustrasi Penolakan Pembegalan Dana Beasiswa, Sumber: BEM Unsyiah)


Mahasiswa Universitas Syiah Kuala, yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas syiah kuala, dengah melihat maraknya kasus-kasus praktik korupsi di Indonesia, khususnya di provinsi Aceh menjadi suatu hal yang sangat disayangkan. Tentu ini menjadi krusial dan kita meprihatinkan atas kasus pembegalan beasiswa untuk mahasiswa Aceh yang sedang menempuh pendidikan di beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Perkiraan total mahasiswa yang menerima beasiswa tahun anggaran 2017 ini berjumlah 322 orang yang telah digerogoti. Mereka mengakui hanya menerima sedikit dari dana yang masuk ke rekening mereka. "Mereka para dewan diamanatkan untuk menjadi perwakilan bagi segenap rakyat Aceh, bukan untuk memperkaya diri dengan melakukan penggelapan dan memakan hak-hak rakyatnya yang sedang menimba ilmu (Mahasiswa).
"Jelas ini membuat nama dan citra wakil rakyat menjadi buruk dikarenakan oknum yang serakah!" ujar Muhammad Yasir selaku ketua Bem Unsyiah 2018.

Para dewan janganlah menggunakan dalih "aspirasi" untuk menggemukkan diri dan mengisi kantong pribadi dengan menggadaikan harga diri. "Kami mendesak Polda, Kejati Aceh dan lembaga-lembaga hukum lainnya agar menuntaskan kasus praktik korupsi yang sangat zalim ini, dan agar para aktor-aktor yang terlibat dapat dikenakan sanksi pidana dan dihukum seberat-beratnya" sambung Muhammad Yasir.

Kondisi seperti ini akan membuat pandangan masyarakat Aceh terhadap kinerja DPRA buruk, tidak adil dan tidak berpihak kepada Rakyat. Jelas ini merupakan suatu kemerosotan adab dan moral para dewan.

Berdasarkan tulisan yang telah dipaparkan diatas, maka dengan ini BEM Universitas syiah kuala menyatakan sikap, mendesak dan menuntut kepada Polda Aceh, Kejati Aceh, dan lembaga penegak hukum lainnya untuk:
1. Mengecam tindakan tersebut, karena sangat merugikan dan mencoreng dunia pendidikan Aceh.
2. Menuntut agar segera diusut tuntas kasus tersebut, serta mengadili oknum yang terlibat dalam pembegalan dana beasiswa jalur aspirasi.
3. Mengganti kerugian yang telah ditimbulkan akibat dari kasus tersebut.

Sumber: Kementrian POLHUKAM BEM Unsyiah
Mahasiswa Universitas Syiah Kuala, yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas syiah kuala, dengah melihat maraknya kasus-kasus praktik korupsi di Indonesia, khususnya di provinsi Aceh menjadi suatu hal yang sangat disayangkan. Tentu ini menjadi krusial dan kita meprihatinkan atas kasus pembegalan beasiswa untuk mahasiswa Aceh yang sedang menempuh pendidikan di beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Perkiraan total mahasiswa yang menerima beasiswa tahun anggaran 2017 ini berjumlah 322 orang yang telah digerogoti. Mereka mengakui hanya menerima sedikit dari dana yang masuk ke rekening mereka. "Mereka para dewan diamanatkan untuk menjadi perwakilan bagi segenap rakyat Aceh, bukan untuk memperkaya diri dengan melakukan penggelapan dan memakan hak-hak rakyatnya yang sedang menimba ilmu (Mahasiswa).
"Jelas ini membuat nama dan citra wakil rakyat menjadi buruk dikarenakan oknum yang serakah!" ujar Muhammad Yasir selaku ketua Bem Unsyiah 2018.

Para dewan janganlah menggunakan dalih "aspirasi" untuk menggemukkan diri dan mengisi kantong pribadi dengan menggadaikan harga diri. "Kami mendesak Polda, Kejati Aceh dan lembaga-lembaga hukum lainnya agar menuntaskan kasus praktik korupsi yang sangat zalim ini, dan agar para aktor-aktor yang terlibat dapat dikenakan sanksi pidana dan dihukum seberat-beratnya" sambung Muhammad Yasir.

Kondisi seperti ini akan membuat pandangan masyarakat Aceh terhadap kinerja DPRA buruk, tidak adil dan tidak berpihak kepada Rakyat. Jelas ini merupakan suatu kemerosotan adab dan moral para dewan.

Berdasarkan tulisan yang telah dipaparkan diatas, maka dengan ini BEM Universitas syiah kuala menyatakan sikap, mendesak dan menuntut kepada Polda Aceh, Kejati Aceh, dan lembaga penegak hukum lainnya untuk:
1. Mengecam tindakan tersebut, karena sangat merugikan dan mencoreng dunia pendidikan Aceh.
2. Menuntut agar segera diusut tuntas kasus tersebut, serta mengadili oknum yang terlibat dalam pembegalan dana beasiswa jalur aspirasi.
3. Mengganti kerugian yang telah ditimbulkan akibat dari kasus tersebut.

Sumber: Press Release Kementrian POLHUKAM BEM Unsyiah

Posting Komentar

 
Top