Ini Klarifikasi dan Tuntutan Terkait Tindak Penganiyaan Sekjen BEM Unsyiah | Industrial Times

0

(Gambar: Pemaparan pada saat Konferensi Pers, Sumber Gambar: Istimewa)
Banda Aceh, www.industrialtimes.net- Menyikapi banyaknya berita yang beredar tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya, BEM Unsyiah adakan konferensi pers untuk mengklarifikasi seluruh berita yang telah beredar terkait tindak penganiayaan dan kericuhan aksi yang menuntut dicabutnya pergub tentang pelaksanaan hukum cambuk di dalam lembaga permasyarakatan (LP). Konferensi pers dilaksanakan di sekertariat BEM Unsyiah pada Senin (23/04). Jalannya konferensi pers dipandu oleh Haris Munandar selaku Ketua Kementrian POLHUKAM BEM Unsyiah, sedangkan pembicara dalam konferensi yang dilaksanakan pada pukul 17.00 WIB ini adalah Alfian Renaldi (Sekertaris Jendral dan sebagai korban), Firman (Wakil Ketua BEM Unsyiah) dan Riki (Perwakilan Ormas), acara ini dihadiri oleh perwakilan dari media dan mahasiswa.

Adapun poin klarfikasi yang disampaikan adalah
1.  Aksi dilakukan murni atas kepedulian syari’at Islam
2.  Alfian mengalami tindakan cacat hukum dalam aksi
3.  Tidak benar adanya bentrokan ormas namun kericuhan terjadi ketika ada oknum yang berupaya melakukan penyerangan terhadap massa aksi

Sedangkan tuntutan BEM Unsyiah terkait permasalahan tersebut yaitu 
1.      Mengecam dengan keras dan menyayangkan tindakan kriminalisasi dari pihak oknum kepolisian

2.    Kami ingin membuka diskusi/forum terbuka dengan pihak kapolresta untuk mempertanyakan kenapa hal tersebut terjadi.
3.  Cabut pergub tentang pelaksanaan hukum cambuk di dalam LP



Alfian pada konferensi ini memaparkan bahwa aksi diawali dzikir dan doa layaknya di Masjid Baiturrahman, setelah pembukaan oleh Korlap (read: koordinator lapangan) selanjutnya dilakukan orasi bergantian dari perwakilan-perwakilan masa aksi. Awalnya aksi berjalan damai, setiap perwakilan lembaga menyampaikan orasinya termasuk orasi dari BEM Unsyiah yang diwakili oleh Alfian Rinaldi selaku Sekretaris Jendral. Massa menginginkan Irwandi Yusuf langsung menjumpai para peserta Aksi namun begitu banyak rumor yang mengatakan bahwa Irwandi sedang di Amerika sehingga hanya perwakilan dari gubernur yang diturunkan.

Sebelum terjadinya kericuhan, Alfian masih berada di atas truk dan ketika terjadi kericuhan, mahasiswa terlibat aksi saling dorong,seketika itu juga Alfian langsung berlari menuju barisan depan untuk menengahi massa mahasiswa. Namun polisi menarik Alfian tanpa sebab dan sesaat sebelumnya salah seorang pihak kepolisian meneraki bahwa Alfian Provokator. Saat itu juga polisi langsung menggring Alfian dari massa untuk masuk ke dalam gedung dan selanjutnya terjadilah tindakan penganiayaan berupa pemukulan oleh oknum kepolisian.

Posting Komentar

 
Top