Update Perolehan Medali POMNas 2017, Aceh Masih di Peringkat 17 | Industrial Times

0
Gambar: Logo POMNas XV
Sumber: belmawa.ristekdikti.go.id
Banda Aceh, www.industrialtimes.net,- setelah secara resmi dibuka pada (14/10) Pekan Olahraga Nasional (POMNas) XV yang berlangsung di Sulawesi Selatan akan segera ditutup pada Sabtu (21/10).

Adapun hingga 22.12 WITA (Waktu Indonesia Tengah) Provinsi DKI Jakarta masih memimpin jauh meninggalkan para pesaingnya dengan total raihan medali sebanyak 118 yang terdiri dari 51 emas, 32 perak, dan 35 perunggu, selanjutnya diikuti Jawa barat dengan total raihan medali sebanyak 82. Sedangkan Provinsi Aceh, hingga saat ini masih berada pada posisi 17 dari 33 provinsi yang mengikuti POMNas dengan raihan 7 medali.

Perolehan medali emas tersebut berasal dari Cabang Olahraga (Cabor) Petanque nomor Double Women kategori PI beregu. Selnjutnya tiga medali perak disumbangkan dari 2 cabang atletik yaitu pada nomor 400 m kategori PA perorangan dan Lompat Jungkit PI perorangan, serta Tarung Derajat kategori tarung bebas nomor 55,1-58 Kg. Sedangkan perolehan medali perunggu disumbangkan dari cabor Kempo nomor randori kelas 50 Kg kategori putri perorangan, kempo randori kelas 65 Kg kategori PI perorangan, serta satu dari cabor Tarung Derajat, nomor tarung bebas 67,1 – 71 Kg.

Revira Sarir yang merupakan salah satu atlit Kempo Aceh yang juga merupakan mahasiswi Agroteknologi Unsyiah ini mengaku bahwa persaingan dalam POMNas ini ketat, apalagi harus bersaing dengan atlit-atlit yang sudah berpengalaman hingga level dunia. Apalagi ini merupakan pengalaman peratamanya ia mengikuti POMNas, ia juga menuturkan bahwa Cabor Kempo baru pertama kalinya dimasukan dalam cabor yang diperlombakan dalam POMNas.


Vira juga berpesan bahwa untuk POMNas kedepannya para atlit-atlitnya diberikan TC terlebih dahulu dan dilakukan cek kesehatan. “Meskipun kemampuannya dia dalam suatu olahraga itu baik tapi kalau kesehtan dia berkurang kan percuma kalo nanti di pertandingannya dya kurang baik mainnya.” Tutupnya ketika diwawancarai oleh tim Industrial Times. [SAH]

Referensi: pomnassulsel.unhas.ac.id

Posting Komentar

 
Top