0
Gambar kelompok PKM menampakkan asam sunti bubuk hasil penelitiannya
(Sumber: Fahliza Meutia)

Nagan Raya, industrialtimes.net- Asam sunti merupakan bumbu dapur yang sering digunakan masyarakat Aceh untuk memasak berbagai keperluan pembuatan masakan khas Aceh. Pada lazimnya, asam sunti yang merupakan olahan dari belimbing wuluh (Avverhoa Bilimbi) yang telah dikeringkan dan diberi garam ini dijual kepada masyarakat berbentuk asam pipih, bertekstur kenyal dan berwarna coklat.

Akan tetapi, kini mahasiswa Teknik Kimia Unsyiah melakukan inovasi dengan cara membuat asam sunti tersebut menjadi bubuk. Perubahan tekstur ini dilakukan dengan menggunakan alat tray dryer dan spray dryer. Asam sunti bubuk ini dibuat untuk meningkatkan nilai estetika dari asam sunti itu sendiri. Dengan adanya asam sunti bubuk ini diharapkan akan memudahkan masyarakat untuk membawanya kemana saja karena masa simpan dari asam sunti bubuk tersebut lebih lama dari asam sunti pada umumnya.

Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan dengan pembiayaan yang diberikan oleh Dikretorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang penelitian eksakta. Tim ini diketuai oleh Fivan Afdha Pramesthy dan empat anggotanya yaitu Fahliza Meutia, Adela Rinaldi, Siti Maysarah, dan Winda Lestari yang dibimbing oleh Dr. Sri mulyati S.T., M.T .

"Saya berharap dengan adanya asam sunti bubuk ini tidak hanya dikenal oleh masyarakat lokal namun dapat dikenal oleh masyarakat internasional karena asam sunti bubuk dapat dengan mudah dibawa dan umur simpan yang lebih lama" ujar fivan selaku ketua dalam pkm ini.

Pada tahap selanjutnya, PKM yang diketuai oleh Fivan Afdha ini akan bersaing pada Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) ke 30 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia, Makasar pada (23-28/08).


Sumber          : Press release tim PKM

Editor              : Satria Arif Hidayat

Posting Komentar

 
Top