0
Tim PKM Mahasiswa Teknik Elektro Unsyiah Bersama RoPO (Robot Pointer)

Banda Aceh, Industrialtimes.net- Mahasiswa Universitas Syiah Kuala kembali berkarya. Kabar membanggakan ini datang dari para mahasiswa Teknik Elektro yang tergabung dalam Tim PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) Fakultas Teknik Unsyiah dalam bidang teknologi. Penemuan ini pun diberi nama RoPo yang merupakan singkatan dari Robot Pointer yang berfungsi sebagai penunjuk jalan bagi Tim SAR (Search and Rescue) dalam pencarian korban bencana.

Di bawah bimbingan bapak Mohd. Syaryadhi S.T., M. Sc, tim PKM yang diketuai oleh Bima Sakti serta beranggotakan empat orang yakni Syadza Sausan, Achmi Yuliani, Intan Permatasari, dan Hendrik Leo. Pembuatan RoPo pun sukses dilakukan di Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi Fakultas Teknik Unsyiah.

Bima Sakti selaku ketua tim mengatakan bahwa pembuatan RoPo ini dilatar belakangi permasalahan bencana yang sering melanda Indonesia. Berdasarkan data dari United State Geological Survey (USGS) menunjukan bahwa Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki tingkat kegempaan tertinggi di Dunia.

Tentunya pasca terjadi bencana, evakuasi korban yang masih hidup harus segera dilakukan untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan. Sehingga dalam hal ini tim SAR yang berperan melakukan evakuasi korban bencana sering mempertaruhkan keselamatan dirinya sendiri dikarenakan situasi dan kondisi pada lokasi bencana yang tidak memungkinkan untuk dilakukan peninjauan langsung oleh personel.  

“Untuk mengatasi hal tersebut, RoPo nantinya akan diterjunkan pada lokasi bencana. Sehingga Tim SAR dapat menerima informasi mengenai rute teraman dan detail letak posisi korban yang dikirimkan oleh RoPo” ujar Bima.

Namun dalam perkembangannya, Bima menjelaskan RoPo sendiri masih dibatasi hanya pada bencana alam berupa gempa bumi saja. Hal ini dikarenakan RoPo merupakan robot beroda, sehingga sangat tidak mungkin RoPo digunakan pada bencana alam banjir, longsor dan lainnya. Kedepannya RoPo akan terus dikembangkan agar penggunaannya tidak dibatasi hanya ada bencana gempa bumi.

“Besar harapan dengan terciptanya alat ini, RoPo dapat menjadi suatu terobosan baru dalam mitigasi bencana, mengingat Indonesia sendiri merupakan negara yang sangat sering mengalami bencana. Sehingga, dapat meminimalisir terjadinya pertambahan korban bencana baik dari pihak Tim SAR sendiri maupun korban.” Tutup Bima


Pembuatan RoPo sendiri berlangsung selama 3 bulan, yang dimulai sejak bulan Maret hingga Juni 2017, yang dibuat dalam rangka persiapan TIM PKM mahasiswa Teknik Elektro Unsyiah mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa 2017 nantinya.

Kiriman : Bima Sakti

Editor    : Fariz Aulia Alzi

Posting Komentar

 
Top