0
Ilustrasi siswa sedang menggunakan komputer untuk ujian nasional (Sumber: CNN Indonesia/Safir Makki)

Banda Aceh, industrialtimes.net- Serangan Ransomware WannaCry yang menghebohkan dunia, turut diantisipasi oleh Pantia Pusat Humas SNMPTN-SBMPTN 2017 untuk pelaksanaan SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negri) Computer Based Test. Berdasarkan keterangan resmi, ujian tertulis SBMPTN dilakukan pada Selasa (16/5)untuk ujian tertulis (PBT dan CBT). Sedangkan ujian keterampilan dilakukan pada Rabu dan Kamis, 17-18 Mei 2017.

Panitia Pusat Humas SNMPTN-SBMPTN 2017, Tunjung W Sutirta mengimbau kepada peserta SBMPTN khususnya peserta Computer Based Test (CBT) agar tetap tenang dan tidak perlu khawatir. "Panitia SBMPTN 2017 telah melakukan langkah-langkah khusus untuk antisipasi serangan virus siber tersebut," kata Tunjung W Sutirta, Senin (15/5).

Tunjung menyatakan tim CBT sudah menyusun petunjuk teknis untuk para koordinator test CBT di setiap panitia lokal, jika sewaktu-waktu terjadi gangguan atau serangan siber. Antisipasi ini agar pelaksanaan ujian CBT tidak terganggu oleh serangan ransomware tersebut.

Dari hasil rekapitulasi Panitia Pusat SNMPTN-SBMPTN 2017, total peserta ujian SBMPTN 2017 berjumlah 797.023 peserta. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang pada 2016 berjumlah 721.326 pendaftar. Daya tampung peserta juga bertambah, dari 126.804 kursi pada 2016 menjadi 128.085 kursi pada 2017. Dari 797.023 peserta SBMPTN 217, sebanyak 776.163 siswa akan mengikuti ujian Paper Based Test (PBT). Adapun, peserta yang mengikuti ujian Computer Based Test (CBT) sebanyak 20.860 siswa.

Ketua Panitia Pusat SNMPTN-SBMPTN 2017 Ravik Karsidi mengatakan, model ujian CBT ini rencananya akan terus diperluas dan dijadikan model ujian SBMPTN untuk ke depannya.



Editor: Satria Arif Hidayat

Posting Komentar

 
Top