0


Suasana Sosialisasi SKPI di Balee Mu'asyarah FT oleh Mansyuri (6/4) (Foto: dokumentasi panitia)

Banda Aceh, industrialtimes.net - Terkait isu dan menghindari kesalahpahaman mengenai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), pihak Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT) Unsyiah yang diprakarsai oleh Divisi Advokasi dan HAM mengadakan sosialisasi. Kegiatan ini berlangsung di Balee Mu’asyarah (6/4).  Adapun yang menjadi pemateri adalah Mansyuri selaku Kepala Sub Bagian Bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknik Unsyiah.

Pengadaan sosialisasi SKPI ini bertujuan untuk memberitahukan secara mendalam mengenai SKPI serta poin-poin yang tertera di dalamnya. SKPI sendiri merupakan salah satu peraturan terbaru Kemenristekdikti sebagai salah satu syarat kelulusan mahasiswa, dan tidak mempengaruhi nilai kelulusan.

Peraturan SKPI resmi disahkan pada 16 Maret 2017 lalu. Sementara di Unsyiah, peraturan SKPI baru berlaku untuk calon wisudawan pada bulan Mei mendatang.

Tujuan dari SKPI adalah mempermudah mahasiswa dalam melampirkan riwayat organisasi dan keikutsertaan dalam kegiatan sosial. Sebab, dengan SKPI keterangan tersebut hanya dilampirkan menjadi selembar surat keterangan saja.

“Ini akan mempermudah mahasiswa nanti dalam membuat CV untuk lamaran kerja. Penulisan riwayat organisasi akan dipermudah hanya dengan satu lembar surat SKPI ini.” Tutur Mansyuri.

Sementara menurut Masril Rahmadi selaku ketua bidang Advokasi dan HAM BEM FT Unsyiah, SKPI bermanfaat dalam melatih mahasiswa agar mempunyai softskill, sehingga mahasiswa lulus bukan hanya unggul dalam bidang akademik saja.

Terakhir, Masril berharap agar SKPI tidak menjadi boomerang. Artinya, mahasiswa tidak mengikuti organisasi dan kegiatan sosial hanya demi poin SKPI hingga tidak mendapat makna organisasi itu sendiri.

“Harapannya semoga SKPI tidak jadi boomerang yang membuat mahasiswa ikut organisasi hanya demi poin saja hingga tidak mendapat maknanya.” Tutupnya. [GAS/ZA]

Posting Komentar

 
Top