0
Tampak salah satu yang di renovasi adalah meja counter yang sudah berumur 23 tahun ( Foto: Fb Taufiq Abdul Gani )

Banda Aceh, industrialtimes.net- Bagi yang beberapa hari belakangan ini sering mengunjungi Perpuastakaan Unsyiah, maka pemandangan pekerjaan renovasi bukanlah hal yang asing. Ya, perpustakaan pusat Kampus Jantong Hatee Rakyat Aceh ini sekarang memang dalam proses renovasi. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Perpustakaan, Taufiq Abdul Gani, dan Cut Afrinda Sari dari bidang sarana dan prasarana Perpustakaan Unsyiah saat ditemui pada Senin (13/2).

Renovasi-renovasi yang dimaksud antara lain termasuk perbaikan toilet yang mengalami kebocoran dibeberapa titik, pengecatan ulang akibat cat lama yang mengelupas karena resapan air di dinding-dinding gedung, pemindahan posisi relax and easy dari lantai dua ke lantai satu, dan counter sirkulasi yang baru-baru ini telah dapat disaksikan perubahannya. Renovasi ini dilakukan untuk memberikan suasana baru bagi pengunjung perpustakaan dan juga demi meningkatkan kenyamanannya.

Taufiq mengakui bahwa permasalahan pada sarana dan infrastruktur di dalam gedung perpustakaan bukanlah hal baru. Kerusakan seperti kebocoran pada toilet bahkan telah ditemukan sejak enam bulan yang lalu. Namun perbaikan baru dapat dilakukan sekarang akibat keterbatasan dana, sementara untuk memperbaiki kerusakan dengan skala besar seperti sekarang ini diperlukan anggaran yang besar pula sehingga penangannya terlambat. Bahkan, masih menurut Taufiq, Biro Unsyiah sendiri tidak memberikan respon apa-apa terkait permintaan bantuan dana untuk Perpustakaan Unsyiah meskipun permohonannya telah dilayangkan beberapa kali.

Untuk kedepannya, Perpustakaan Unsyiah masih memiliki ancang-ancang untuk perbaikan-perbaikan lainnya. Beberapa diantaranya adalah penggantian total keramik-keramik yang sudah sangat tua, bahkan telah digunakan dari tahun 1994, serta renovasi menyeluruh gedung perpustakaan. Namun lagi-lagi rencana ini harus menunggu mengingat keterbatasan dana. Karena kucuran dana 1,5 Milyar masih dirasa belum cukup untuk menangani kerusakan yang ada, ditambah lagi pengeluaran-pengeluaran, seperti pembelian buku, kontrak, ATK, dan untuk keperluan-keperluan lain.

Sampai saat ini, renovasi yang hampir selesai adalah counter sirkulasi dan pengecekan plafon. Untuk di counter sirkulasi sendiri, Cut Afrinda mengungkapkan bahwa kenyamanan dan optimalisasi pelayanan terhadap pengunjung akan meningkat dengan adanya renovasi ini. Optimalisasi ini dapat dilakukan berkat adanya sistem otomasi sehingga karyawan di counter sirkulasi dapat dipangkas dari delapan orang menjadi empat orang, dan karwayan yang tidak lagi berada di counter sirkulasi ini dapat menguatkan pelayanan diposisi lain, seperi help desk dan sebagainya.

“Dari semua renovasi yang dilakukan, perbaikan kira kira dapat kita selesaikan dalam waktu satu bulan ini, bahkan bisa saja selesai dalam waktu dua minggu.” tutup Cut. [JA]

Posting Komentar

 
Top