0
Mahasiswa KKN Unsyiah (Foto: Facebook Bapel Kkn Unsyiah)
Industrial Times - KKN atau yang biasa disebut dengan Kuliah Kerja Nyata adalah suatu mata kuliah wajib yang berisi 2 SKS bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas Jantong Hati Rakyat Aceh. KKN ini sempat tertunda semenjak Aceh mengalami konflik yang berkepanjangan. Dimulai kembali sejak perjanjian damai telah dibunyikan. KKN adalah salah satu aplikasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi Unsyiah yaitu pengabdian, penelitian dan pendidikan. Diharapkan seluruh mahasiswa yang diberangkatkan untuk mengikuti KKN, nantinya dapat melakukan suatu perubahan dan membantu masyarakat dalam pembangunan daerah mereka masing-masing.

Pada awal tahun 2017 ini, KKN Unsyiah telah memasuki periode ke 12. Unsyiah telah membekali 1.900 an para mahasiswa KKN yang akan diberangkatkan ke 3 daerah di provinsi Aceh, diantaranya adalah Bener Meriah (KKN Reguler), Aceh Besar dan Pidie Jaya (KKN Tematik). Daerah-daerah tersebut dipilih dengan beberapa pertimbangan dan survey terlebih dahulu oleh pihak Badan Pelaksana KKN atau yang biasa disingkat dengan BAPEL.
Para peserta KKN dibagi kedalam beberapa kelompok, dimana setiap kelompok beranggotakan 6-9 orang. Dari setiap peserta akan diwajibkan untuk memiliki dan melaksanakan program utama, penunjang, pendukung, tambahan dan program khusus yang telah disusun dalam proposal KKN sebelum jadwal keberangkatan. Setiap kelompok bertanggung jawab atas kepergian hingga kepulangan mahasiswa KKN. Hal ini merupakan pelatihan dasar dari sikap tanggung jawab yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa Unsyiah.

Para peserta dilepas tepat pagi, pada hari Selasa, 10 Januari 2017 pada pukul 09.00 pagi dan disambut dengan sangat ramah oleh PLT bupati serta jajaran pejabat kabupaten Bener Meriah. Mereka mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pihak Unsyiah karena telah memilih kabupaten Bener Meriah sebagai salah satu tempat pelaksaan KKN di awal tahun ini. Bahkan mereka menyambut dengan sangat antusias pelaksanaan KKN tahun ini dengan pelayanan terbaik dan berbagai pergelaran seni sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Bener Meriah.

Disisi lain, ada beberapa harapan yang merupakan keinginan dari mahasiswa akan kebijakan KKN pada periode selanjutnya, diantaranya:

1.  Alokasi dana yang memadai dari pihak Unsyiah untuk memudahkan kelancaran proses KKN. Mengapa hal ini menjadi begitu penting? Karena KKN merupakan cerminan dari pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dari berbagai fakultas. Jika dana untuk program dibebankan kepada mahasiswa, maka dikhawatirkan program yang dijalankan tentunya memiliki banyak keterbatasan (red : murah, meriah dan mudah). Jika seandainya pihak Unsyiah memberikan alokasi dana yang cukup atau berlebih, diharapkan program-program yang dijalankan oleh mahasiswa KKN lebih optimal dan profesional. Hal ini juga akan mempertahankan akreditasi Unsyiah kedepannya yang sudah mendapatkan predikat “A”. Sehingga tidak ada lagi muncul istilah “Pergi KKN, foto, jalan-jalan terus pulang”.

2.  Untuk mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi (Ex : kecelakaan lalu lintas), mahasiswa berharap pihak Unsyiah dapat ambil andil dalam pengamanan sejak mahasiswa berangkat KKN hingga kepulangan ke Banda Aceh.  Hal ini bisa dilakukan dengan fasilitas bus ketika survey, berangkat hingga kepulangan. Disisi lain, hal tersebut dapat melatih kekompakan dan solidaritas serta rasa saling mengenal antar peserta KKN yang terlibat dalam periode tersebut.

3.  Pihak Unsyiah dapat memberikan keringanan pada fakultas-fakultas/ program studi tertentu yang memiliki tanggung jawab lain seperti coas, PPL, KP dsb dalam peraturan khusus ketika pelaksanaan KKN. Hal ini dapat menjadi pertimbangan pihak BAPEL kedepannya dalam membuat KKN kelas khusus/ KKN Integrasi untuk meringankan tanggung jawab mahasiswa-mahasiswa tersebut.

4.  Pihak Unsyiah memberikan apresiasi kepada para mahasiswa atau dosen yang terlibat KKN sebagai bentuk ucapan terimakasih atau motivasi agar KKN yang dilaksanakan memberikan dampak positif tidak hanya bagi para masyarakat namun juga para peserta KKN itu sendiri. Prestasi tersebut dapat digolongkan kedalam beberap hal, misalnya program terfavorit, kelompok teraktif, mahasiswa/ mahasiswi berprestasi, mahasiswa/ mahasiswi terfavorit, DPL teramah dsb.

5.  Pelayanan yang optimal dari pihak BAPEL terhadap keluhan-keluhan mahasiswa yang akan melaksanakan KKN. Misalnya ketidak cocokan dengan DPL, ketertinggalan desa yang menjadi lokasi KKN, situasi darurat yang tidak memungkinkan untuk survey atau berangkat KKN tepat waktu dsb.

Demikian harapan-harapan yang dapat penulis paparkan sebagai seorang mahasiswa yang saat ini sedang melaksanakan KKN periode XII di Kabupaten Bener Meriah. Seajuh ini, penulis bersyukur dan mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya atas seluruh kerja keras pihak BAPEL atas usahanya menyukseskan pelaksanaan KKN di beberapa lokasi di Provinsi Aceh. Semoga setiap usaha yang bapak/ ibu berikan dibalas dengan sebaik-baik balasan oleh Allah AWT dan semoga program yang akan kami berikan berjalan lancar serta memberikan dampak positif bagi mahasiswa serta masyarakat pada umumnya.

[Farah Febriani, Prodi Psikologi FK Unsyiah]

Posting Komentar

 
Top