0

Banda Aceh, industrialtimes.net- Kuliah Kerja Nyata yang akan dihadapi oleh mahasiswa Unsyiah kembali memasuki periode baru. Namun terdapat beberapa perbandingan antara KKN periode sekarang dengan yang sudah-sudah. Tongku N. Siregar, Kepala Badan Pelaksana KKN Unsyiah menjelaskan perbandingan-perbandingan tersebut saat ditemui tim Industrial Times di ruang kerjanya, di Gedung Biro Unsyiah pada Rabu (8/12) lalu.

Perbedaan pertama yang paling jelas adalah lokasi sasaran KKN. Jika periode lalu dilangsungkan di Kabupaten Aceh Timur, maka pada periode ini akan diadakan di Kabupaten Bener Meriah. Menurut Tongku, hal ini dipertimbangkan dari aspek pemerataan agar setiap daerah punya kesempatan dan porsi yang sama. Di samping itu, Pemkab Bener Meriah merupakan salah satu yang paling antusias akan pelaksanaan KKN ini. 

Tak banyak diketahui bahwa pada periode lalu terdapat beberapa kelompok KKN yang terpaksa dipulangkan oleh Camat setempat. Hal ini disebabkan karena adanya gampong-gampong yang kurang bisa menerima mahasiswa KKN terkait dengan permasalahan pada politik gampong yang mengakibatkan suasana menjadi kurang kondusif bagi bahasiswa KKN. Saat ditanya tentang hal tersebut, Tongku memperkirakan bahwa terdapat kemungkinan yang sangat kecil hal tersebut terulang kembali. Mengingat keadaan di Bener Meriah yang lebih kondusif dan sebagai daerah yang masih berkembang, keberadaan mahasiswa KKN akan sangat disambut dengan antusias oleh masyarakat setempat.

Hal menarik yang dapat dilihat pada periode ini adalah penyataan bahwa biaya selama KKN sepenuhnya menjadi tanggungan mahasiswa. Jika dilihat dari periode lalu, diumumkan juga bahwa beban tersebut menjadi tanggungan mahasiswa sepenuhnya. Namun setelah memasuki beberapa hari pelaksanaan KKN, mahasiswa diberi bantuan dana sebesar Rp. 750.000,-. Tongku menyatakan bahwa sebenarnya Bapel sedang mengusahakan dana bantuan yang sama untuk periode ini. Namun karena dana tersebut belum bisa dipastikan bisa cair, maka untuk sementara mahasiswa KKN harus bersedia mananggung biayanya masing-masing. Tetapi dana tersebut memang sedang diusahakan untuk cair secepatnya.

Untuk periode-periode kedepannya, Tongku merencanakan bahwa KKN tidak hanya KKN reguler saja. Karena akan sangat sulit untuk mekoordinir ribuan mahasiswa sekaligus.

“Nanti akan kita adakan KKN Mandiri yang sekarang teknisnya sedang kita revisi. Kemudian ada KKN terintegrasi yang merupakan program dari FKIP sebagai gabungan antara KKN reguler dan KKN program Dikti. Serta akan dibentuk program KKN mitigasi perencanaan yang sekarang juga sedang kita rancang. Jadi tidak hanya KKN reguler saja.” tutup Tongku. [JA]

Posting Komentar

 
Top