0
Muhammad Ihsan (kanan) saat peanugrahan hadiah. (Foto: Muhammad Ihsan)



Banda Aceh, industrialtimes.net – Mahasiswa Unsyiah kembali membuktikan kemampuan di tingkat Nasional. Melalui ajang Best Business Plan Competition (BBPC) 2016, Muhammad Ihsan berhasil mengharumkan nama Unsyiah bahkan Aceh dengan menjadi juara pertama. Setelah melalui beberapa tahap seleksi, kemenangan ini pun diumumkan pada Sabtu (19/11) di Hotel Balairung, Jakarta.

Best Business Plan Competition merupakan salah satu kompetisi yang diadakan oleh Junior Chamber International (JCI) Jakarta, yaitu sebuah organisasi kepemudaan nonpolistis dan nonsectarian yang berkomitmen untuk menghasilkan pengusaha muda. Dalam ajang ini, terdapat 907 peserta telah mendaftar dan hanya 170 peserta yang lolos tahap administrasi. Berdasarkan 170 peserta, terpilihlah 10 finalis yang mempresentasikan ide bisnis di grand final. Dan pada tahap inilah Muhammad Ihsan berhasil meyakinkan juri dalam persaingan yang ketat mengenai ide bisnisnya.

“Persaingannya sangat ketat. Bahkan sampai harus dilakukan presentasi ulang untuk juara 1, 2 dan 3,” ujar Ihsan.

Juri yang menilai pada saat presentasi grand final juga merupakan pakar terpilih di bidangnya masing-masing. Dewan juri terdiri dari Arvan Pradiansyah (Pakar Leadership), Silih Agung Wasesa (Pakar Branding), Eko Endarto (Financial Planner), Anggawira (Ketua bidang OKK HIPMI, Akademisi), Yuswohady (Pakar Sales) dan Prakoso Budi Susetyo (Deputi bidang SDM Kemenkop UKM). Ihsan menjuarai kompetisi bisnis ini dengan ide LIKOLIN dan berhasil mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp. 100.000.000. Inti dari ide ini adalah mengolah limbah kol menjadi pengganti formalin.

“Saya melihat maraknya beredar ikan berformalin di masyarakat. Oleh karena itu, saya rasa pengawet ikan alami pengganti formalin perlu dicari.” Jelasnya lagi.

Selain LIKOLIN, proposal bisnis KVASIRRE, Co rancangan Taufiq Abdulaziz asal Bandung berhasil menjadi juara dua. KVASIRRE adalah bisnis yang membidik niche market melalui inovasi produk speaker kayu akustik dan fashion item berbahan serat organik. Dan juara ketiga diraih oleh Ahmad Yasin Saipuloh asal Bandung dengan proposal bisnis Sepatu Organik - Serat Alam, yaitu bisnis yang bermanfaat dalam pelestarian alam ini sebagai Green Fashion Icon kebanggaan Indonesia. [TAW]

Posting Komentar

 
Top