0
Suasana Grand Opening Libri Cafe (Foto: Japlis Antoni/it)

Banda Aceh, industrialtimes.net- Beberapa hari setelah soft opening Cafe Perpustakaan Unsyiah, akhirnya hari ini, kamis (3/11), cafe tersebut resmi dibuka. Pembukaan ini diberi tajuk “Grand Opening Libri Cafe” dan berlangsung di lantai I perpustakaan Unsyiah sejak pukul 08.00.

Taufiq Abdul Gani, Kepala UPT. Perpustakaan Unsyiah menyatakan bahwa baru beberapa hari saja dibuka sejak soft opening, cafe ini telah mampu meraup omzet lebih dari satu juta rupiah setiap harinya. Omzet yang diperoleh inilah yang nantinya akan menyumbang kepada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Unsyiah.

Namun, kehadiran cafe inipun tak terlepas dari banyak dampak negatif, salah satunya adalah masalah sampah. Menanggapi hal ini, Taufiq mengingatkan kembali fungsi mendidik dari perpustakaan. Perpustakaan bukan hanya tempat untuk meminjam buku, tetapi juga tempat untuk mendidik. Salah satu bentuknya adalah dengan mendidik perilaku untuk membuang sampah pada tempatnya. Tidak dapat dipungkiri sejak cafe ini dibuka, volume sampah jadi semakin meningkat. Oleh karena itu, akan diberlakukan peraturan baru dimana perpustakaan tidak akan menyediakan tempat sampah lagi di ruang baca. Jadi setiap pengunjung harus bertanggung jawab untuk membawa keluar sampahnya masing-masing.

Masalah lain yang muncul adalah aroma kopi yang kemungkinan dapat menggangu fokus belajar pengunjung perpustakaan, Taufik meyakinkan bahwa untuk saat ini aroma kopi yang ada belum sampai pada tahap mengganggu konsentrasi pengunjung. Namun ia menjamin bahwa pihak perpustakaan akan terus mamantau hal ini.

Untuk pengembangan cafe perpustakaan sendiri, Taufik berharap adanya kritik dan saran dari mahasiswa-mahasiswa pengunjung.


“Untuk pengembangan cafe, kita menunggu saran dari para mahasiswa. Jadi mari kita pikirkan bersama bagaimana baiknya.” Tutup Taufik. [JA]

Posting Komentar

 
Top