0



Ketua BEM Unsyiah (Foto: Facebook Hasrizal)
Banda Aceh, IndustrialTimes.net – Berawal dari postingan Sepucuk Surat untuk Ibu Lulusan Jerman di akun Facebook miliknya pada Selasa (27/09), Nanda Feriana harus berurusan dengan pihak kepolisian Lhokseumawe. Hal itu terjadi karena konten pada unggahan tersebut dianggap oleh Dwi Fitri, sang dosen, telah mencemarkan nama baiknya.

Pada Kamis (06/10), dosen lulusan Jerman itu melaporkan Nanda Feriana ke Polres Lhokseumawe. Di dalam surat terbuka tersebut, lulusan program studi Ilmu Komunikasi Fakultas ISIP Universitas Malikussaleh (Unimal) itu tidak menuliskan nama dan identitas lengkap dosen yang ia maksudkan. Namun Dwi Fitri menganggap dosen yang Nanda maksudkan adalah dirinya.

Terkait kasus perseteruan antara mahasiswa dan dosen tersebut, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah memberikan tanggapannya. Menurut Hasrizal, kasus ini hendaknya dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kita berharap kasus ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Mahasiswa harus menghormati dosen, begitu pula dosen harus menghargai mahasiswa.Jelasnya.

Hasrizal juga menjelaskan bahwa pihak BEM Unsyiah lebih memilih untuk bersikap netral dalam menanggapi kasus tersebut.

“Kita dari BEM Unsyiah tidak ingin terjebak pada hal yang bersifat pribadi. Pada dasarnya kita mengharapkan permasalahan ini diselesaikan dengan kekeluargaan dan mengharapkan pihak kepolisisan dapat objektif dalam menangani kasus ini.Tutupnya. [RF]

Posting Komentar

 
Top