0



Banda Aceh, IndustrialTimes.net – Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP) Unsyiah berhasil menyelenggarakan Seminar Nasional Kemandirian Energi. Berlokasi di ACC Sultan Selim II, kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (24/9), mulai pukul 08.45 sampai dengan 17.00 WIB. Seminar yang bertemakan strategi dan tantangan bangsa dalam mewujudkan kemandirian energi Indonesia ini dihadiri oleh kurang lebih 200 orang dan beberapa pembicara yang ahli dibidangnya.

Seminar ini dibuka oleh Rizal Munadi selaku Wakil Dekan 1 Fakultas Teknik Unsyiah. Tujuan diadakannya seminar ini adalah untuk membuka wawasan seluruh rakyat Indonesia terhadap pentingnya energi. Dengan begitu, Indonesia yang mandiri energi dapat terwujud.

“Dengan potensi dan pengembangan sumber daya energi di provinsi Aceh, program Aceh mandiri energi/listrik pada tahun 2020 yang direncanakan oleh gubernur Aceh adalah hal yang mustahil untuk direalisasikan.” Kata Ir. T. Syakur yang menjabat sebagai kepala dinas pertambangan dan energi provinsi Aceh.

Hal ini disampaikan berdasarkan pandangan atas potensi energi primer strategis Aceh yaitu hydropower sebesar 2.863 MW dan geothermal sebesar 1.115 MW. Jika keduanya digabungkan, totalnya menjadi 3.978 MW dan hal ini menunjukkan sangat besarnya potensial untuk membangun pembangkit listrik (Green Power Plant). 

“Tugas kita bersama sebagai para penerus bangsa yaitu menyediakan bahan baku energi agar 100 persen rakyat Indonesia mendapatkan akses listrik." ujar Jefrey Mulyono.

Penutupan acara seminar nasioanal tersebut ditutup dengan pembagian sertifikat. Di dalam seminar tersebut juga diumumkan pemenang lomba SMEN (Syiah Kuala Mining Engineering Competition) 2016. [NA]

Posting Komentar

 
Top