0
Mahasiswa menyampaikan orasinya didepan gedung DPRA (Foto : Rizky Fernanda)

Banda Aceh, Industrialtimes.net – Aliansi Mahasiswa Aceh yang tergabung dari mahasiswa berbagai Universitas di Banda Aceh menggelar aksi demo di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA)  Menuntut DPRA membatalkan program kunjungan kerja (kunker) keluar negeri Senin (24/07).

Hasrizal selaku ketua BEM Unsyiah menyampaikan dalam orasinya bahwa program tamasya yang dibuat menggunakan istilah kunjungan kerja luar negeri ke 4 benua yang dilakukan DPRA sangat melukai hati rakyat Aceh, ditengah kondisi kesejahteraan Aceh yang semakin terpuruk. Persentase kemiskinan yang mencapai 16, 73 % dengan APBA 12, 8 Triliun cukup mengiris hati rakyat.

”Komisi I yang telah berangkat ke Amerika Serikat, Komisi IV yang sudah kembali dari Maroko, dan beberapa komisi lain yang akan berangkat ke Australia, Swiss dan Spayol. Pimpinan DPRA beralih bahwa program tersebut telah diagendakan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT)  DPRA tahun 2016. Tapi realitanya banyak kejanggalan dalam program Kunker ini”. Tutur Hasrizal selaku ketua BEM Unsyiah.

Dalam orasi ini juga disampaikan oleh beberpa orator dengan mengatakan bahwa Komisi I yang berangkat ke Amerika Serikat justru merupakan program dadakan karena baru mendapat undangan untuk mengikuti seminar politik dan hukum. Padahal sistem hukum Amerika Serikat dan Indonesia justru sangat berbeda apalagi dengan Aceh. Dimana Amerika Serikat menganut sistem Hukum Common Law sedangkan Indonesia menganut sistem hukum Civil Law.

Orator lain juga menambahkan disamping itu Kunker keluar negeri ini akan menguras uang Rakyat 3 Milliar, padahal masih banyak program pro rakyat lain yang dapat diprioritaskan Anggota Dewan untuk kemajuan dan kesejahteraan Aceh.

pada aksi demo yang dilakukan gabungan Mahasiswa ini maka mereka atas nama aliansi mahasiswa Aceh  menuntut tiga hal pada DPRA terkait Kuker keluar negeri. 
1. mendesak DPRA untuk membatalkan program Kunker keluar negeri yang telah menguras uang rakyat Aceh.
2. meminta pertanggung jawaban hasil Kunker keluar Negeri DPRA yang telah dilakukan 
3. Mendesak DPRA untuk menganggarkan uang Rakyat kepada program yang Pro kepentingan Rakyat.

Dalam aksi yang dilkukan oleh aliansi Mahasiswa Aceh ini meminta agar DPRA segera membatalkan program Kunjungan Kerja Keluar Negeri untuk lebih memperhatikan program yang pro Rakyat. [TM]

Posting Komentar

 
Top