0

Puluhan tentara Turki yang menjadi bagian dari upaya kudeta menyerah pada polisi. Tindakan dilakukan setelah pemerintah Turki menyatakan upaya kudeta telah gagal. (Reuters)

Banda Aceh, Industrialtimes.net- Puluhan tentara Turki yang menjadi bagian dari upaya kudeta menyerah pada polisi. Tindakan dilakukan setelah pemerintah Turki menyatakan upaya kudeta telah gagal.

Diberitakan Reuters, sekitar 30 tentara Turki menyerahkan senjata mereka setelah dikepung polisi di Taksim Square, pusat kota Istanbul.

Para tentara menyerahkan senjata mereka dan digiring ke dalam mobil polisi. Sementara itu di udara terlihat jet tempur yang terbang rendah dengan suara yang memekakkan telinga.
 Berbagai gambar tentara yang menyerahkan diri juga tersebar di internet.

Dalam akun Twitter diplomat Turki di perwakilan Washington, AS, terdapat foto beberapa tentara Turki yang dibekuk saat mencoba mengambil alih istana kepresidenan. Mereka terlihat digiring oleh polisi dengan tangan terikat dan kepala tertunduk.

Dalam foto lainnya, terlihat belasan tentara duduk di sebuah ruangan, sementara di tengahnya ada seorang polisi yang mengacungkan pistol.

Walau pemerintah Turki menyatakan kudeta militer telah gagal, namun situasi di Istanbul dan Ankara masih genting. Tentara dilaporkan menyerbu masuk ke kantor media.

Diberitakan CNN, penyiar berita stasiun televisi CNN Turk di gedung Dogan Media Center mengatakan tentara telah memasuki bangunan tersebut.

"Kami tidak tahu kapan masih bisa meneruskan siara, sekitar lima atau 10 menit lalu mereka masuk," ujar penyiar.

Sebelumnya CNN Turk menyiarkan wawancara dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan menggunakan aplikasi FaceTime di iPhone. Dalam wawancara tersebut, Erdogan menyerukan rakyat Turki melawan kudeta, memicu ribuan orang turun ke jalan.

Bangunan Dogan Media Center juga merupakan kantor dari beberapa media lainnya, seperti koran Hurriyet Daily News dan stasiun Kanal D.

Di awal upaya kudeta, tentara menguasai stasiun televisi pemerintah, TRT, dan mengumumkan jam malam serta darurat militer. Dalam siaran tersebut, militer mengatakan pemerintah Erdogan telah mengikis demokrasi dan hukum sekuler di Turki.

Tidak lama setelah itu, siaran TRT terhenti dan baru menyala pada Jumat malam (15/7).

Sementara itu Reuters memberitakan, dua ledakan kembali terdengar di dekat gedung parlemen Ankara. Anggota parlemen yang berhasil dihubungi lewat telepon mengatakan mereka bersembunyi di ruang perlindungan gedung.

Saat awal kudeta, bandara ditutup, akses ke sosial media terhenti dan tentara menutup akses jembatan di atas selat Bosphorus, Istanbul.

Pemerintah Turki menyatakan upaya kudeta itu gagal, sementara para petinggi militer mengatakan bahwa mereka tidak merestui insiden tersebut. Menurut mereka, kudeta dilakukan oleh segelintir faksi militer, terutama para  ulama Turki yang berada di Amerika Serikat, Fethullah Gulen. (den)

Sumber : www.cnnindonesia.com

Posting Komentar

 
Top