0
Lima Mahasiswa Penemu PEPES Sampah beserta Prototype PEPES Sampah. (Foto: M. Khairul Akbar)



Banda Aceh, Industrialtimes.net - Dalam rangka mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2015, mahasiswa Teknik Universitas Syiah Kuala kembali melakukan inovasi. Inovasi yang dibuat berupa alat PEPES Sampah (penyedot, penghisap sampah), yaitu alat penyedot sampah mini berbasis teknologi hijau menggunakan panel surya. Alat ini mampu menyedot sampah yang massanya ringan seperti kertas, dedaunan, dan plastik. 

Kolaborasi empat mahasiswa Teknik Elektro Unsyiah, Arliani, Cut Mouliza Meutia Vasya, M. Khairul Akbar dan Bima Sakti serta mahasiswa Teknik Mesin Unsyiah, Aufa Aslam Nabawi, berhasil mendapatkan ide inovasi ini. Melihat kemungkinan meningkatnya sampah yang ada di Indonesia, ide ini dikembangkan dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada. Mampu menyedot sampah ringan secara portable, PEPES Sampah ini ditargetkan untuk dapat digunakan oleh semua lapisan masyarakat. PEPES Sampah dirancang agar dapat membersihkan sampah dengan lebih efisien, baik tenaga dan waktu. 

“PEPES Sampah ini dapat membantu pembersihan sampah pada daerah luar ruangan, seperti jalan kota, taman kota ataupun halaman rumah dengan lebih cepat. Dibandingkan apabila dibersihkan dengan sapu secara manual oleh para penyapu jalan atau penyapu taman.” Jelas Arliani. 

PEPES sampah memanfaatkan energi cahaya matahari sebagai sumber catuan daya. Alat ini mengambil konsep kerja pengubahan energi cahaya matahari menjadi energi listrik untuk dapat digunakan. Energi matahari merupakan energi terbarukan (reneweble energy) yang menjadi upaya untuk menciptakan energi atau ramah lingkungan (green technology). Indonesia sendiri memiliki potensi yang cukup besar untuk pemanfaatan energy cahaya matahari. Meski memanfaatkan energi cahaya matahari, PEPES Sampah juga dapat bekerja ketika tidak ada cahaya matahari. Hal ini dikarenakan PEPES Sampah memiliki baterai yang berfungsi menyimpan energi listrik yang telah diubah dari energi cahaya matahari. 

Selain menerapkan teknologi ramah lingkungan, PEPES Sampah juga mudah untuk digunakan. pengguna hanya cukup menekan tombol saklar pada pegangan (holder) dalam posisi on untuk menghidupkan dan posisi off untuk mematikan. Ketika alat ini dihidupkan, pengguna mengarahkan terowongan (intake port) ke arah sampah yang ingin dihisap, sehingga sampah akan terhisap ke dalam intake port. Apabila sampah telah terhisap, maka pengguna harus menekan tombol saklar dalam posisi off, kemudian membuang sampah yang telah terkumpul didalam dust bag. 

“Kami sudah menguji coba fungsi PEPES Sampah ini dan mendokumentasikannya. Saat ini PEPES Sampah masih pada tahap pengembangan dan semoga bisa direalisasikan seperti proposal yang telah kami buat.” Ujar Arliani.

Posting Komentar

 
Top