0
Para peserta sedang melakukan proses pewarnaan dengan bimbingan mahasiswa arsitektur Unsyiah. (Foto: Lia Maisari)


Banda Aceh, industrialtimes.net - Lima mahasiswa Arsitektur Unsyiah melakukan pengajaran mengenai pengolahan daun sirsak untuk usaha kecil menengah. Kegiatan ini dilakukan terhadap desa Lampo Keudeh, Kota Baru, Aceh Besar. Dimulai sejak bulan Mei, kegiatan ini merupakan salah satu wujud pengabdian mahasiswa arsitektur terhadap masyarakat sekitar. Mereka menilai bahwa potensi yang ada pada desa ini cukup besar dan bisa dikembangkan. 

“Kami memilih desa Lampo Keudeh karena desa ini memiliki potensi besar terhadap bahan bakunya sendiri, yaitu daun sirsak.” Jelas Lia Maisari selaku perwakilan arsitektur dalam kegiatan ini. 

Lia Maisari, Atikah Fadila, Vania Rahma Safira, Dayu dan Nova yang tergabung dalam salah satu tim PKM – M ini melakukan perwujudan proposal PKM mereka atas bimbingan Zulfikar . Selain masyarakat desa, tim ini juga telah bekerja sama dengan pihak keuchik dan mukim untuk kelancaran kegiatan. Peserta kegiatan ini sendiri lebih banyak diikuti oleh anak-anak meski awalnya ditargetkan untuk para ibu rumah tangga. 

Dalam kegiatan ini, mahasiswa arsitektur mengajarkan warga desa Lampo Keudeuh untuk membuat kreativitas dari daun sirsak. Kegiatan ini diisi dengan pengajaran cara menghilangkan klorofil daun sirsak, yaitu dengan direbus dan direndam selama kurang lebih satu bulan, sehingga daun sirsak akan transparan. Daun sirsak yang transparan inilah yang akan menjadi bahan baku untuk dihias dan dibuat berbagai macam kreativitas yang memiliki nilai jual. Dengan begitu, selain melatih kreativitas masyarakat desa Lampo Keudeh, kegiatan ini diharapkan dapat membantu perekonomian kreatif mereka di kemudian hari. 

Lia mengaku bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mengasah pola pikir warga desa mengenai pemanfaatan sumber daya sekitar. Dengan mengikuti kegiatan ini, diharapkan masyarakat desa Lampo Keudeh mengerti bahwa bahan yang dianggap tidak bernilai dapat diolah dan bisa dimanfaatkan. Lia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini akan berlangsung hingga masyarakat desa mampu menghasilkan karya yang kreatif. 

“Apabila masyarakat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan mampu menghasilkan karya yang luar biasa, kami juga akan bersedia membantu untuk memasarkan karya mereka ke luar.” Ujar Lia. [TAW]

Posting Komentar

 
Top