0


IndustrialTimes.net - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus menggenjot minat baca masyarakat, khususnya peserta didik. Berdasarkan survei UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Artinya, dalam seribu masyarakat hanya ada satu masyarakat yang memiliki minat baca.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Asianto Sinambela, menegaskan bahwa minat baca literasi masyarakat Indonesia masih sangat tertinggal dan menempati peringkat 60 dari 61 negara.

“Nilai literasi membaca kita masih sangat rendah. Kita akui, nilai riset Program for Internasional Student Assesment (PISA) rata-rata 493, sementara nilai literasi Indonesia hanya 396.” ujarnya seperti dikutip dari Indopos (Jawa Pos Group) di Jogjakarta (18/5).

Kasubdit Keaksaraan dan Budaya Baca Kemendikbud, Samto, menyebutkan bahwa penilaian literasi terdiri dari tiga komponen, yakni literasi dasar, kompetensi dan kualitas karakter. Menurutnya, nilai literasi dasar Indonesia masih sangat rendah. Itu meliputi baca tulis, berhitung, literasi sains, literasi informasi teknologi dan komunikasi, literasi keuangan dan literasi budaya. 

Situasi ini tentu saja menjadi catatan penting dalam dunia pendidikan di tanah air. Salah satu terobosan yang dilakukan pemerintah adalah dengan menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Permendikbud itu diwujudkan dengan wajib membaca 15 menit sebelum waktu pembelajaran dimulai. 

Selain itu, Samto juga menyampaikan bahwa tumbuh kembang baca dapat diwujudkan melalui program kampung literasi, yaitu program dengan konsep menjadikan kampung tidak hanya untuk menumbuhkembangkan minat baca saja. Literasi juga dinilai dapat ditumbuhkembangkan melalui Gerakan Indonesa Membaca (GIM) yang telah menyasar ke 31 kabupaten, 31 provinsi. Kampung literasi ditargetkan mencapai 514 hingga 2019 mendatang. Samto menambahkan, sedikitnya pemerintah mengalokasikan anggaran hingga 160 juta rupiah untuk membentuk satu buah kampung literasi.

Sumber: http://gobekasi.pojoksatu.id

Posting Komentar

 
Top