0
logo Unsyiah

Banda Aceh, Industrialtimes.net - Tahun ini, jajaran Universitas Syiah Kuala kembali mengharamkan mahasiswa untuk menyelenggarakan atau mengikuti orientasi studi pengenalan kampus atau yang akrab disebut kegiatan ospek melalui surat pemberitahuan Rektor Unsyiah. Sebagai gantinya, Unsyiah mewajibkan mahasiswa mengikuti Pembinaan Akademik dan Karakter Mahasiswa Baru (PAKARMARU).

Berbagai kalangan mengapresiasi langkah Rektor Unsyiah, namun tak sedikit pula menuai pro dan kontra, khususnya dari elemen organisasi mahasiswa Unsyiah. Hasrizal, selaku pimpinan organisasi mahasiswa tertinggi di Unsyiah, menilai sudah saatnya perubahan kegiatan dilakukan bila memang mampu menjawab solusi bagi perubahan karakter mahasiswa.

“Selama itu baik, kita support. Sudah sepantasnya diadakan reformasi pembinaan karakter. Setidaknya Pakarmaru bisa memberikan solusi." Ujar hasrizal selaku ketua BEM Unsyiah.

Namun itu, Ammar selaku Ketua BEM Fakultas Pertanian kurang setuju dengan dilarangnya kegiatan ospek ini. Menurutnya, bukan kegiatan  ospek tersebut yang dilarang, melainkan kegiatan yang di dalam ospek tersebut yang harus diubah.

“Sebenarnya ospek memang membodohkan. Hanya saja, khususnya kami dari Fakultas Pertanian mengubah tradisi ospek dengan kegiatan mendidik intelektual dan mentalitas. Seperti dari sisi penanaman tridarma mahasiswa, sejarah kampus, organisasi kampus dan mengenalkan para maba dengan maba lainnya juga kepada para senior dan ketua ketua organisasi kampus." Ungkap Ammar.

Selain itu, Ammar juga menyayangkan tentang dilarangnya kegiatan posko informasi bagi maba. “Khususnya untuk posko, kami iba. Jika berpatokan pada maba 2015 yang masih bingung ketika berada di fakultas tanpa adanya arahan dari senior.” Tambahnya.

Jon Kardi selaku ketua BEM Fakultas Teknik juga meyatakan kurang sependapat dengan kebijakan tentang larangan ospek ini. Jon menyarankan agar pihak rektorat juga mengajak mahasiswa turut andil dalam menyusun aturan ini.

“Kurang sependapat karena dilarang. Seharusnya pihak rektorat melibatkan mahasiswa dalam menyusun aturan dan undang-undang tentang penyambutan mahasiswa baru 2016. Agar keputusan itu menjadi keputusan bersama. Jadi penyambutan mahasiswa baru pada tahun ini tidak meninggalkan bekas yang  tidak enak seperti tahun sebelumnya”. Ungkap pria yang akrab disapa Jon. [HA/FB/QND]


Posting Komentar

 
Top