0
Para pemenang berfoto bersama seusai pembagian hadiah. (Foto: Susy Susila Dewi)

Banda Aceh, IndustrialTimes.net – Untuk mewujudkan rasa kepedulian terhadap sesama, Himpunan Arsitektur Unsyiah (Himarsi), kembali mempersembahkan acara terbesar mereka, Warna Warni Peduli (WWP).  Acara ini diselenggarakan di lapangan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (24/9) dengan mengangkat Tema Science of Art. 

“Acara WWP telah menginjak usia ke-17, hal ini menunjukkan bahwa WWP sudah menjadi event yang sudah berpengalaman dalam menunjukkan aksi kepedulian untuk sesama.” tutur Dekan Fakultas Teknik dalam kata sambutannya.

Dekan Teknik juga menambahkan bahwa Acara WWP telah menjadi Acara Tahunan Unsyiah. Acara ini bukan semata untuk ajang perlombaan saja, namun juga bertujuan untuk mendidik para adik-adik untuk lebih mencintai lingkungan dan peduli terhadap sesama. Acara ini diisi dengan kegiatan-kegiatan dan perlombaan yang menarik yang tentunya berguna untuk mewujudkan maksud kegiatan ini, yaitu membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan. 

Para peserta sangat antusias menghadiri acara ini. Mulai dari tingkat TK sampai yingkat SMA dan Umum. Bukan hanya itu, para orang tua juga tampak hadir dalam acara WWP untuk menemani putra-putri mereka dan juga menyaksikan secara langsung aksi kepedulian yang dilakukan Himarsi dalam acara ini. Acara WWP yang diselenggarakan dari minggu pagi sampai malam berlangsung dengan sukses. Jika pada siang hari di warnai dengan seluruh kreativitas yang bermacam-macam warna, di malam hari fakultas teknik dipenuhi dengan lampu lampu yang berkilauan.

“Luar biasa WWP kali ini. Dari pagi saya memantau sampai malam ini pun, WWP diadakan sesuai dengan harapan. Acara seperti ini lah yang dirindu-rindukan Fakultas Teknik, sesuai dengan Buku Cinta dan Pesta.” ujar Nasrullah selaku Wakil Dekan III Fakultas Teknik dalam penutupan acara WWP.

Acara WWP ditutup dengan pembagian hadiah dan berbagai penampilan menarik dari mahasiswa Arsitektur. Tidak hanya itu, penutupan pun semakin meriah dengan datangnya mahasiswa yang berasal dari Korea Selatan. Aksi sorak sorai pun turut dilakukan oleh mahasiswa arsitektur ketika diadakannya lelang pada lukisan hasil karya salah satu mahasiswa Arsitektur yang terjual seharga satu juta rupiah. Panitia bermaksud untuk mendonasikan uang tersebut ke panti asuhan yang membutuhkan uluran tangan.

“Untuk WWP tahun ini, panitia bermaksud mengumpulkan donasi yang akan disalurkan ke panti asuhan. Harapannya, donasi tersebut bisa membantu anak-anak yang sudah tidak memiliki orang tua untuk memenuhi kebutuhannya.” tutur Patra selaku ketua panitia dalam WWP tahun ini. [SSD]

Posting Komentar

 
Top