0
Gedung Moot Court Fakultas Hukum. (Foto: Rizki Fernanda)


Banda Aceh, industrialtimes.net - Setelah diresmikan pada tanggal 12 Januari 2016 lalu, gedung Moot Court (simulasi pengadilan) Fakultas Hukum belum dapat digunakan. Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada Rabu (16/3) terhadap Rizanizarli selaku ketua laboratorium Fakultas Hukum, belum dapat dipastikan kapan gedung ini akan mulai digunakan. Hal ini disebabkan oleh terkendala akan sarana pendukung yang belum terlengkapi.

Gedung Moot Court yang terdiri dari dua lantai ini direncanakan akan digunakan sebagai tempat praktik simulasi pengadilan untuk beberapa mata kuliah pada tiga ruang di lantai satu. Praktik mata kuliah yang direncanakan tersebut adalah praktik hukum perdata, hukum pidana, hukum kontrak, dan hukum cara membuat undang-undang. Gedung Moot Court Unsyiah merupakan salah satu yang paling bagus karena selain untuk simulasi pengadilan, gedung ini juga dapat dijadikan sebagai telekonferensi seminar jarak jauh yang bekerja sama dengan Mahkamah Konstitusi. Mahkamah Konstitusi juga menyediakan alat-alat video konferensi sebagai bentuk dukungan.

Riza menambahkan, gedung Moot Court ini sebenarnya sudah dicanangkan sejak 15 tahun lalu, namun baru terealisasikan karena masalah dana. Sebelumnya, kegiatan simulasi pengadilan dilakukan di ruang kelas biasa. Dengan adanya gedung Moot Court ini, Riza berharap simulasi pengadilan akan berjalan lebih baik dan juga mendapat dukungan dari para alumni. Tidak hanya dalam sumber daya manusia, ahli-ahli, dan penasehat hukum atau jaksa, alumni diharapkan juga turut berpartisipasi dalam menjalankan dan mengaktifkan kegiatan Moot Court. [SAH]

Posting Komentar

 
Top