0
Ilustrasi


industrialtimes.net - Wirausahawan adalah seorang pedagang. Tidak terlepas dari aktivitas menjual, menarik pembeli, untung, rugi, gagal, sukses dan perjuangan. Mungkin kita akan bertanya tanya, “Apa sih manfaat dari berwirausaha? Bukankah menjadi PNS itu, hidup kita lebih terjamin? Lantas, mengapa harus wirausaha?”

Jawaban dari segudang pertanyaan yang menggelitik di benak saya kali ini, setidaknya terjawab pada hari Selasa, 2 Februari 2016, pukul 14.00 siang. Kali ini, suasana kelas sedikit berbeda dengan hadirnya seorang dosen yang luar biasa, menurut saya. Beliau tidak hanya berbagi ilmu, namun juga berbagi inspirasi dan ilmu religi. Beliau juga berbagi semangat untuk terus beraksi, tidak hanya bisa untuk berteori.

Kembali pada pertanyaan di awal, ”Mengapa harus wirausaha?” Ketika kita memiliki “Mind Set” menjadi seorang pengusaha, maka kita akan belajar banyak hal. Diantaranya adalah berani bertindak, berani menjadi individu yang berbeda, berani menerima segala resiko, berani untuk “Jatuh Bangun” dan berani untuk berkorban. Bagaimana tidak? Berwirausaha adalah pekerjaan yang tidak sulit, namun juga tidak mudah. Berawal dari sebuah ide lalu dilanjutkan dengan aksi serta berakhir dengan hasil yang belum pasti, antara untung dan rugi. Namun, bagi kita yang berjiwa pengusaha, segala hal yang akan terjadi bukan untuk dijauhi tetapi harus dihadapi untuk segera intropeksi dan bangkit lagi.

Banyak kisah inspiratif dari para pengusaha sukses, dimana pada awal mereka merintis usahanya, tantangan dan rintangan adalah makanan sehari-hari yang mereka hadapi. Namun, berkat usaha dan sikap pantang menyerah yang ada pada diri mereka, mereka mampu mengubah paradigma “Aku Gagal” menjadi “Aku Mampu”. Hal yang perlu kita sadari juga bahwa 90% lebih orang sukses di dunia adalah mereka dari kalangan pengusaha dan sisanya adalah mereka dari kalangan pekerja/profesi.

Allah berfirman dalam Al-Quran Surat An-Nisa’ ayat 29 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu, dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”.

Jika Allah saja menganjurkan dalam firmannya, lalu setelah menjadi sarjana, pilih bekerja atau berwirausaha?

[Farah Febriani, Prodi Psikologi FK Unsyiah]

Posting Komentar

 
Top