0


Universitas Syiah Kuala
Banda Aceh, industrialtimes.net - Pakaian hijau kebanggaan unsyiah atau almamater yang sering dikenakan mahasiswa unsyiah mengalami ketidakjelasan khususnya bagi mahasiswa 2014. Seperti tertulis dari laman Facebook Ketua DPM Unsyiah 2015, Cut Septya Mauliza, Sabtu (2/1), dijelaskan bahwa almamater yang direncanakan siap dalam kurun waktu satu tahun tersebut mengalami kerusakan warna, yakni sebanyak 3120 yang diproduksi oleh CV. Kuta Alam Taylor. Oleh karena itu proses penyaluran almamater belum bisa dilakukan.

Dalam tulisan tersebut dijelaskan bahwa pihak DPM Unsyiah dan pihak biro sudah berulang kali mendesak CV tersebut agar memberi penjelasan mengenai almamater tersebut. Pada tanggal 28 Oktober 2015, almamater 2014 sudah sampai di pihak biro namun dengan beberapa kesalahan pada almamater tersebut, atas dasar tersebut DPM Unsyiah dan pihak biro menolak dan mengembalikan almamater tersebut pada CV. Kuta Alam Taylor dikarenakan warna yang berbeda beda. Dari 5000-an almamater, 3120 almamater dikembalikan  kepada CV tersebut.

Pihak CV berjanji akan menyelesaikan almamater sejumlah 3120 tersebut pada tanggal 20 November 2015, namun sampai saat ini almamater tersebut juga belum sampai pada pihak biro.  Dengan beberapa ketidakjelasan ini, ketua DPM Unsyiah menuntut kejelasan pada pihak CV untuk menerangkan ketidakjelasan tersebut. Setelah disepakati, pihak CV harus menyelesaikan almamater tersebut pada 29 januari 2016.

Jika pada tanggal yang telah ditentukan pihak CV juga tidak bisa menyelesaikan, maka pihak CV akan dikenakan sanksi oleh pihak Unsyiah. “Jika CV. Kuta Alam Tailor tidak menyelesaikannya dalam waktu yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak, maka pengerjaan almamater atau tender resmi dibatalkan dan pihak CV tidak akan menerima pembayaran apapun atas kesalahannya” jelasnya di akhir tulisan. [Chairunna]


Posting Komentar

 
Top