Indonesian Debate and Essay Competition Penuh Pesan dan Kesan | Industrial Times

0
Penyerahan Piagam kepada Sastrawan Aceh L.K Ara dalam Indonesian Debate and Essay Competition.  (Foto: Rizki Fernanda/IT)


Banda Aceh, Industrialtimes.net- Indonesian Debate and Essay Competition telah resmi dibuka, Senin (14/12) di gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah.  Ajang akbar yang akan dilaksanakan mulai tanggal 16 hingga 17 Desember ini akan diikuti oleh sejumlah universitas dari berbagai daerah di Indonesia.

“Lomba debat dan essay ini diikuti oleh 17 universitas dari pelosok Indonesia yang terbagi atas 16 tim lomba debat serta delapan orang perwakilan lomba menulis essay. Acara ini nantinya akan dihelat di gedung Pascasarjana Unsyiah, 16 sampai 17 Desember mendatang” ujar Muhammad Rafi selaku Ketua Panitia.

Bertemakan “Indonesia Dalam Wacana“, acara ini merupakan event bertingkat nasional pertama yang diselenggarakan oleh BEM FISIP UNSYIAH di Aceh dan akan memperebutkan piala bergilir Rektor Unsyiah. Acara ini bertujuan untuk menjadikan FISIP Unsyiah sebagai laboratorium politik sosial Indonesia, agar mampu menjawab problematika yang ada, dari Aceh untuk Indonesia. 

“Dalam acara ini kami juga ingin menyampaikan kepada teman-teman kami di pelosok Indonesia bahwa Aceh adalah negeri yang damai, aman dan nyaman dengan rakyat Acehnya yang sangat ramah, serta Aceh mampu memberikan yang terbaik untuk Indonesia.” ungkap Putra Rizki Youlan, Ketua BEM FISIP, yang langsung disambut tepuk tangan bergemuruh dari para penonton yang hadir.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dr. Syarifuddin Hasyim, Dekan FISIP Unsyiah, yang mengharapkan para delegasi menjauhkan pandangan negatif terhadap opini bahwa Aceh adalah tempat yang tidak aman. Beliau juga berpesan bahwa mahasiswa perlu membangun akhlak dan moral karena para mahasiswa kelak diharapkan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang jujur dan adil.

Diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Aqil, pembukaan tersebut juga diisi dengan penampilan menghibur yang makin menyemarakkan suasana seperti penampilan kolaborasi Didong dan Saman untuk pertama kalinya di dunia oleh sanggar Pang Uteun. Selain itu juga ada penampilan Orchestra gabungan musik modern dan tradisional oleh Bandar Phil Harmonic, sanggar Jeumpa FISIP, seni tutur PMTOH dan Geunda Percution. [FAA]

Posting Komentar

 
Top