Tim Teknik Unsyiah 10 Besar “International Student Paper Contest” UGM 2015 | Industrial Times

0
Tim dari Teknik Unsyiah pada ajang ISPC di Universitas Gaja Mada, Yogyakarta (13/11).


Banda Aceh, IndustrialTimes - Mahasiswa Teknik Unsyiah berhasil menuai prestasi gemilang, dimana berhasil masuk dalam 10 besar ajang “International Student Paper Contest (ISPC)” UGM 2015Tim yang lolos pada ajang ini merupakan 10 tim terbaik yang berhak mempresetasikan Paper mereka di UGM, Yogyakarta. 10 Paper yang lolos merupakan paper terbaik dari 44 paper yang telah mendaftar. ISPC UGM 2015 adalah salah satu kontes karya ilmiah bagi mahasiswa terbaik di dunia yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi (HMTG) UGM. Babak Final dari puncak ajang ini dilaksanakan pada Selasa, (13/11). 

Tahun ini ISPC fokus kepada sesi batuan keras dengan tema “Mining and Economic Geology In Sustanable Development”. Tema diambil dari sumber daya biji mineral, sumber daya mineral industri, sumber daya batu akik, lingkungan dan teknologi pertambangan. Tujuan dari diselenggarakannya acara ini, untuk meningkatkan daya saing mahasiswa agar lebih mengembangkan riset tentang pertambangan dan ekonomi geologi pada konsep yang ramah lingkungan sebagai wujud dari pembangunan yang berkelanjutan.

10 team terbaik yang mengikuti ajang ini yaitu 1 tim dari UGM, 2 tim dari University of Malaya, 2 tim dari Institute Teknologi Bandung, 1 tim dari Institute Teknologi Sepuluh November, 1 tim dari Unsyiah, 1 tim dari Universitas Negeri Padang, 1 tim dari Universitas Padjajaran dan 1 tim terakhir dari Universitas Pembangunan Nasional.

Tim dari Unsyiah sendiri beranggotakan Novita Khanza mahasiswa Teknik Pertambangan Unsyiah, Muhammad Taufiq mahasiswa Teknik Pertambangan Unsyiah dan Haris mahasiswa Teknik Mesin Unsyiah dibimbing oleh Abrar Muslim, selaku ketua jurusan teknik pertambangan Unsyiah. Sub tema yang di usung yaitu lingkungan dan teknologi pertambangan dengan judul paper "Mercurry collector utilised from waste coffee grounds as solution for mercurry-contaminated  water in traditional gold mining in Aceh".

"Latar belakang penelitian ini yaitu kami mencoba mencari solusi terhadap permasalahan lingkungan yang terjadi di Aceh, khususnya di lingkungan tambang emas rakyat yang ada di geumpang yang telah tercemar merkuri akibat aktifitas penambangan emas rakyat. Untuk menangkap ion merkuri yang terlarut dalam lingkungan air masyarakat sekitar tambang emas geumpang kami memanfaatkan ampas kopi yang dijadikan sebagai adsorben merkuri. Dan adsorben dari ampas kopi ini efektif untuk ditempatkan pada lingkungan air yang tercemar merkuri". Jelas salah seorang anggota tim.

Pada ajang ini, tim dari UGM sendiri keluar sebagai pemenang meraih juara 1, sedangkan posisi 2 dan 3 diraih perwakilan dari University of Malaya (Malaysia). Meski pada kesempatan kali ini tim dari Unsyiah belum dapat memenangkan kompetisi, Namun Masuk 10 Besar terbaik dalam ajang international ini merupakan salah satu prestasi yang membanggakan.(DIR)

Posting Komentar

 
Top