Keputusan Skorsing Mahasiwa Unsyiah Dinilai Cacat Hukum | Industrial Times

1

Universitas Syiah Kuala
Banda Aceh, Industrialtimes.net-  Keputusan yang dikeluarkan oleh Rektorat Unsyiah untuk menetapkan hukuman Skors diangap cacat hukum. Pernyataan ini disampaikan oleh Iwan Sunaria selaku Ketua HIMAKASI (Himpunan Mahasiswa Il mu Komunikasi) Unsyiah, ketika dimintai keterangan mengenai skorsing yang dia jalani,  Rabu (7/10).

Dalam kasus tersebut, Iwan menolak keputusan  Rektorat untuk memberhentikan kegiatan perkuliahan tersebut, karena tidak sesuai  dengan prosedur  dalam menjatuhkan sanksi. "Saya tidak setuju rektorat menjatuhkan skorsing kepada mahasiswa, karena tidak sesuai dengan prosedur hukum disertai dengan cacat  hukum.

Iwan menjelaskan, pernyaatan cacat hukum tersebut disimpulkan mengenai banyaknya poin-poin yang tidak dijalankan oleh pihak Rektorat dalam menjalani prosedur Hukum.

"Pertama, Rektor mengeluarkan surat skorsing tanpa sepengetahuan lembaga atau penyelengara kegiatan mahasiswa. Kedua, Sanksi yang dijatuhkan itu, tidak dibahas bersama di forum mahasiswa Unsyiah. Ketiga, Tidak ada pangilan mahasiswa dari Rektorat  menyangkut kasus tersebut"

Iwan juga menyayangkan proses penetapan skorsing yang dilakukan Rektorat,  tidak dijalankan dengan semestinya. "sampai saat ini saya belum menerima surat pernyataan dari Rektorat mengenai Skorsing, akan tetapi penetapan sudah dilakukan". Ketus Iwan


Seperti diberitakannya sebelumnya, sebanyak 10 mahasiswa Unsyiah di tetapkan Skorsing oleh Rrektor Unsyiah. Delapan diantaranya dari FISIP, sedangkan dua lagi dari Psikologi. [MAS]

Posting Komentar

  1. Alasan skorsingnya kenapa ya? Isi beritanya kurang lengkap informasinya

    BalasHapus

 
Top