BEM Teknik: Jangan Jadikan Mahasiswa Unsyiah Korban Pencitraan Rektorat ! | Industrial Times

4
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik


BandaAceh, Industrialtimes.net – Keputusan Rektorat dalam menindak kegiatan mahasiswa dengan memberikan skorsing dan pembubaran kegiatan, menimbulkan kekecewaan banyak Organisasi mahasiswa, tak terkecuali dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakuktas Teknik, seperti yang disampaikan oleh Jon Kardi, Senin (5/10).

“Mengenai teman-teman yang diskors, sebaiknya keputusan tersebut ditinjau ulang. Unsyiah akreditasi A. Seharusnya mahasiswa senang dan gembira bukannya menjadi korban pencitraan rektorat yang ingin menampakkan bahwa di Unsyiah peraturan ketat dan sebagainya.” Ujar Jon Kardi selaku ketua BEM Fakultas Teknik.

"Kegiatan penyambutan mahasiswa baru seperti biasanya memang ada tiga tahap, pertama Universitas, Fakultas, dan Jurusan. “Sekarang yang menjadi permasalahan adalah silaturrahmi di fakultas dan jurusan, baik itu dari segi konsep kegiatan dan tempat. Sekarang mahasiswa sudah sangat-sangat mengalah dari pihak rektorat. Adakalanya konsep kegiatan ketika persiapan acara disetujui, tapi ketika acara malah ada yang dibubarkan dan banyak diberi teguran. Kemudian tempat, katanya didalam kampus boleh, namun yang terjadi seperti di Teknik Kimia sendiri dibubarkan. Kalau bawa mahasiswa baru keluar baru boleh di tindak seperti teman-teman dari Fakultas lain.” Tambah Jon. 

Komentar mengenai Skorsing  juga disampaikan Hasri Iifanda, Selaku Danton Fakultas Teknik 2011.“Sangat disayangkan sekali keputusan rektor untuk skorsing dan membubarkan kegiatan mahasiswa. Dalam surat edaran dikatakan bahwa tidak diperbolehkan melibatkan mahasiswa baru dalam kegiatan apapun yang diluar kampus. Namun dalam praktiknya, kegiatan yang dilakukan mahasiswa dilarang sedangkan kegiatan yang diadakan oleh dosen boleh".

“Sebaiknya dipertimbangkan lagi kebijakan-kebijakan Rektor terhadap kegiatan Mahasiswa, karena kita tau selama ini kegiatan yang dibuat mahasiswa Unsyiah masih terbilang wajar dan masih dalam koridornya. Berbeda dengan universitas lain yang sudah pernah ada kejadian yang tidak diinginkan seperti kekerasan dan pelecehan. Namun di Unsyiah, kita tidak menemukan hal-hal semacam ini.” Lanjutnya. 

Kedepannya mahasiswa tidak akan tinggal diam jika terus seperti ini. “Rektorat jangan terkesan mencari kesalahan mahasiswa dengan segala macam dalihnya. Artinya, kebijakan-kebijakan Rektorat harus jelas dan tegas!”. Tutup Hasri. [KA]


Posting Komentar

  1. komentar danton font nya gede., kalah pak BEM :v

    _nikov

    BalasHapus
  2. Kata bukanlah sekedar kata, suara bukanlah sekedar suara, kami menentang karna kami tak bisa di BUNGKAM

    _QZR _Alumnus _MantanGondrong

    BalasHapus
  3. hai font jih kok jeut meunan, ci neubah teuma le.. na yg rayeuk na yg ubit.

    BalasHapus
  4. email redaksi media ini apa?

    BalasHapus

 
Top