KAUKUS II: Pembangunan dan Manajemen Resiko Bencana | Industrial Times

0
Pemateri Dalam Sidang KAUKUS II. ( Foto: Ade Rizki Fadli)


Banda Aceh, IndustrialTimes.net – Aceh kembali mangadakan KAUKUS pada Jum’at (18/9) malam di gedung AAC Dayan Dawood. Acara yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting masyarakat Aceh seperti ketua Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah dan ketua DPRA. Sukses melangsungkan KAUKUS pertama pada 15 Juni silam, kali ini forum mengambil tema “Manajemen Resiko Bencana Alam”.

KAUKUS merupakan salah satu sarana diskusi permasalahan terkait pembangunan dan cara-cara yang sebaiknya dilakukan untuk meningkatkan pembangunan yang ada. “KAUKUS adalah forum pertemuan periodik pemerintah Aceh yang membahas isu-isu politik pembangunan di Aceh. Upaya pembangunan di semua sektor dapat mengulangi pembangunan yang berdampak pada pembangunan berulang.” tutur T. Maharuddin selaku pemimpin sidang.

Acara yang dimulai dengan sajian musik klasik bernada lembut ciptaan Iwan Fals ini juga diikuti oleh mahasiswa dan sebagian anggota Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah. Sidang dibuka dengan deklarasi yang dibacakan oleh Kausar Muhammad Yus serta diisi dengan penjabaran materi kebencanaan di Aceh oleh Dirhamsyah sebelum memulai sesi tanya jawab. 

Kebencanaan yang menjadi topik hangat dalam diskusi kali ini adalah bahaya asap yang sudah menyebar hingga 80% daerah Sumatera. Selain membahayakan kesehatan dan mengganggu aktivitas, bencana juga mempengaruhi perekonomian. Tercatat provinsi Riau mengalami kerugian sebesar Rp. 21.000.000.000 akibat gangguan asap. Ketidakseimbangan akibat bencana ini juga menyebabkan kekeringan di beberapa daerah di Aceh. 

Diskusi yang berlangsung cukup aktif antara pemateri dan peserta menghasilkan berbagai pendapat dan pemikiran yang informatif. Selain mengemukakan permasalahan pembangunan terkait bencana yang ada,diskusi juga menghasilkan berbagai solusi manajemen yang baik dalam menangani resiko bencana alam. Diharapkan untuk ke depannya semua pihak saling bersinergi dalam mengatasi bencana yang ada dan tidak mengambing-hitamkan sesame instansi. [TAW]

Posting Komentar

 
Top