Pande Besi Aneuk Laot, Parang Hingga Rencong | Industrial Times

0
Pekerja sedang membuat Parang (Foto: Muhammad Fazil Rusdi)

Sabang, IndustrialTimes.net - Suara bertalu-talu dari hempasan martil di atas lapak besi terdengar dar sudut Jurong Putro Bungsu Gampong Aneuk Laot, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Siang mulai merangkak ketika empat lelaki bermandikan peluh, silih berganti menempa besi membara.

Usaha pandai besi yang dimiliki oleh Irfandi ini merupakan usaha turun temurun keluarga yang sudah ada sejak lama. Dengan sebagian tenaga kerja yang merupakan warga gampong Aneuk Laot, usaha ini mampu memproduksi sedikitnya empat buah parang sehari yang dijual seharga Rp.100.000/unit. Tak hanya parang, Sangkur sampai Rencong Aceh pun mampu diproduksi di Pande Besi Aneuk Laot sesuai dengan pesanan. "Banyak juga turis yang datang ke Sabang memesan Rencong di sini untuk dibawa pulang." kata Irfandi saat ditemui di tempat usahanya, beberapa waktu lalu.

Pandai besi lazim dikenal dalam bahasa inggris yaitu dengan istilah blacksmith. Pandai besi adalah proses pembuatan alat-alat pertanian atau pun alat-alat lainnya yang berbahan utama besi dengan cara ditempa untuk menghasilkan barang dengan daya guna tinggi. Penempaan besi ini tergantung arahan dari empu. Bisa dikatakan empu ini merupakan desainer dalam pandai besi. Namun saat ini keberadaan industri pandai besi sudah mulai memudar. Hal ini karena telah muncul peralatan-peralatan modern buatan pabrik-pabrik besar. Seiring berjalannya waktu, industri pandai besi menjadi industri yang langka dan jarang kita temui lagi. Semoga industri pandai besi ini akan tetap bertahan di era globalisasi ini.

Tak hanya pandai besi, di Gampong Aneuk Laot juga memiliki pabrik penggilingan kopi yang mendistribusikan produknya di wilayah Sabang dan beroperasi seminggu dua kali atau ketika ada pemesanan. Dengan menggunakan mesin penggilingan kopi konvensional, usaha milik  Parmin ini sudah ada sejak tahun 80-an dengan biji kopi yang didatangkan langsung dari Tanah Gayo. [ZF]

Mahasiswa KKN UNSYIAH mengunjungi pabrik penggilingan kopi (Foto: Muhammad Fazil Rusdi)



Posting Komentar

 
Top