SIKAT, Haruskah Tiga Hari ? | Industrial Times

0
SIKAT (Silaturrahmi Keakrabatan Aneuk Teknik) tradisi turun temurun pada Fakultas Teknik Unsyiah 
(Foto : DIR/IT)



Banda Aceh, Industrialtimes.net - "Bukan diharamkan SIKAT tetap diadakan, didiskusikan dan dicari pola yang nantinya tetap menjadi ciri khas anak teknik”, tandas Nasrullah saat ditemui tim industrial times. Sudah menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan Fakultas Teknik Unsyiah mengenai terjadinya perdebatan antara dekanan dan penyelenggara SIKAT 2015 yg meminta SIKAT untuk diadakan tiga hari.

“Kalau memang rasional tiga hari dan program serta output- nya bagus, coba kita usulkan ke rektor, karena telah kita ketahui berdasarkan surat edaran rektor untuk PEKANMARU (Pekan Mahasiswa Baru ) hanya boleh dilakukan selama dua hari.” ujar Nasrullah selaku PD III Fakultas Teknik Unsyiah. SIKAT merupakan tradisi yang sudah turun temurun dilangsungkan di Fakultas ini, tentunya kita menginginkan perkembangan dari berbagai aspek baik dari penyelenggaraan yang bertanggung jawab, output yang dihasilkan, dan juga tradisi nilai keteknikan yang dimiliki Fakultas Teknik Unsyiah.

Sejauh ini dari hasil diskusi pertama yang telah dilakukan antara dekanan dan pihak penyelenggara SIKAT 2015, untuk rencana SIKAT dilangsungkan selama tiga hari belum diterima oleh pihak dekanan. "Bisa jalan tiga hari tanpa persetujuan rektor, tapi kalau ada kenapa-kenapa itu diluar tanggung jawab kami, tugas saya menyampaikan dan patuh terhadap atasan, kalau saya pribadi lebih setuju hampir sama seperti tahun lalu. Karena, yg nampak di lapangan hanya dua hari meskipun pelaksanaannya tiga hari karena satu hari didakan di dalam ruangan” jelas Nasrullah.
.
Menurut pandangan Pembantu Dekan III ini, SIKAT dari tahun ke tahun mengalami fluktuasi, dari waktu yang berbeda-beda hingga konsepnya. Saya belum melihat konsep yang kuat untuk penyelenggaran SIKAT tahun ini, saya berharap ini harus dibenahi. Dalam SIKAT semua elemen harus terlibat, peningkatan softskil, pengetahuan simbol teknik tetap dimasukkan ke dalam materi, kekompakan yang menjadi identitas dari aneuk teknik harus ditonjolkan, dan pengembangan karakter harus menjadi hal yang difokuskan. Materi SIKAT dari tahun ke tahun bagus, hanya kekurangan terkadang dalam penguasaan materinya saat di lapangan. Pengawasan dan silabus lebih dikuatkan, nama tetap SIKAT itu sudah menjadi ciri khas anak teknik, seperti di FKIP namanya SIMAK. Yang kita khawatirkan masalah penanggung jawabnya itu harus dibenahi, perubahan paradigmanya yang nantinya menghasilkan output yang sesuai.

"Saya fikir tak ada niat untuk mempelonco mahasiswa baru dan menyiksa berat namakan SIKAT ,semua penyelenggara berkeinginan untuk SIKAT yang lebih baik, agar timbul rasa kompak dan apa itu anak teknik" ujar Nasrullah saat memberikan last statement pada tim Intimes.(AR)

Editor : (DIR/IT)

Posting Komentar

 
Top