0
Poster Seminar Teknologi Pertambangan MISSION II. (Foto: Yurizqie Ramadhana )

Banda Aceh, Industrial Times.net – MISSION II telah sampai pada acara identiknya yaitu Seminar Teknologi Pertambangan. Seminar ini direncanakan akan segera terlaksana di ACC Sultan Selim, Sabtu (4/4). Salah satu pemateri untuk seminar ini juga akan diisi oleh perwakilan dari perusahaan pertambangan yang cukup terpandang, yaitu PT Freeport Indonesia.

Terdapat tiga perusahaan lain yang akan menemani para peserta dalam seminar ini, di antaranya adalah PT Mifa Bersaudara, PT Cipta Kridatama dan PT Lafarge Cement Indonesia. Selain itu, perwakilan dari Dinas Pertambangan dan Energi Aceh pun juga ikut berpartisipasi untuk membahas dunia pertambangan khusus Aceh.

Ketertarikan generasi muda Aceh pada dunia pertambangan terlihat jelas pada saat pendaftaran peserta seminar ini. Sebagian besar peserta berasal dari kalangan mahasiswa. Dengan kuota sebanyak 210 kursi peserta yang disediakan, tiket dengan cepat habis hanya dalam waktu dua hari.

“Jadi, kami menyediakan kuota sebanyak 210 kursi dan dalam dua hari sudah penuh, alhamdulillah. Kuotanya sendiri memang kebanyakan dari kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa Pertambangan, Geofisika dan Geologi. Namun ada juga beberapa siswa SMA yang tertarik dengan dunia pertambangan ikut mendaftar. Untuk para peserta seminar nanti juga akan mendapatkan snack, makan siang dan juga sertifikat.” Ujar Yurizqie Ramadhana, selaku ketua panitia seminar MISSION II.

Yurizqie juga menyatakan bahwa Prodi Pertambangan Unsyiah juga sangat mendukung seminar ini. Pihak prodi juga berharap semoga seminar ini bisa meningkatkan ilmu yang telah didapat dan menjadi sarana untuk mendapatkan ilmu baru dari pemateri yang sudah berpengalaman. Panitia yang kurang lebih bertotalkan tiga puluh mahasiswa juga menyatakan sudah cukup siap untuk melaksanakan seminar ini.

Mengambil tema “Tantangan Dunia Pertambangan Hari Ini”, seminar akan dipenuhi dengan pembahasan mengenai tantangan dunia pertambangan yang muncul sekarang ini seperti isu-isu yang berkembang. Terlebih khusus mengenai teknologi apa saja yang digunakan untuk menghadapi berbagai isu dan permasalahan pertambangan yang ada sekarang ini. 

“Harapannya, semoga seminar ini bisa menumbuhkan paradigma baru pada masyarakat bahwa pertambangan tidak hanya bisa merusak, tapi juga bisa menjaga kelestarian alam sekitarnya dengan berbagai inovasi teknologi-teknologi terbaru yang sudah ada saat ini.” harap Yurizqie. [TAW]

Posting Komentar

 
Top