0
Acara Forum Group Discussion dari BEM Unsyiah bidang Kementrian Polhukam bekerja sama dengan Polsek Syiah Kuala di pelataran gelanggang Unsyiah Rabu (11/3) (Foto: Ade/IT)


Banda Aceh, IndustrialTimes.net – BEM Universitas Syiah Kuala melalui Kementrian Polhukam bekerja sama dengan Polsek Syiah Kuala menggelar Forum Group Discussion yang bertema “Unsyiah Darurat Curanmor” yang dihelat sore tadi, Rabu (11/3) di Pelataran Gelanggang Unsyiah.

Yusuf Suriadi selaku Kapolsek Syiah Kuala menjelaskan, bahwa ada 10 desa yang menjadi wilayah hukum Polsek Syiah Kuala salah satu diantaranya adalah wilayah  kampus Unsyiah.

Dalam beberapa bulan terakhir area kampus Unsyiah menjadi sasaran empuk bagi pelaku curanmor, bahkan pada hari ini saja sudah 2 sepeda motor yang hilang di area kampus tersebut. Area yang paling sering terjadi kehilangan yakni Mesjid Jami’, Pelataran Parkiran Gedung AAC, Fakultas MIPA, & Fakultas Teknik.

“Kita harus saling mendukung, bekerja sama, dan berkoordinasi melihat kondisi akhir-akhir ini” ujar yusuf dalam penjelasannya.

Pihak Polsek Syiah Kuala mengharapkan kepada seluruh mahasiswa yang akan hendak memarkirkan kendaraan sepeda motornya, agar membawa kunci tambahan berupa rantai, atau kunci gembok agar tidak menjadi korban para pelaku curanmor.

Acara yang digelar Kementrian Polhukam ini diadakan setiap 2 minggu sekali yang temanya tergantung pada hal-hal yang sedang hangat dibicarakan. [ARF]

Editor : (DIR)

Posting Komentar

 
Top