0

Suasana saat diskusi cerdas permasalahan TOEFL. (Foto: Aldary Rachmadi/IT)

Banda Aceh, IndustrialTimes.net - KATSUMI (Kajian Isu Mahasiswa Unsyiah) sukses diselenggarakan, Rabu (25/3), di ruang Flamboyan AAC Dayan Dawood Unsyiah. Acara ini turut menghadirkan PR I Unsyiah, PR III Unsyiah, Biro Bidang Kemahasiswaan Unsyiah dan Ketua Pusat Bahasa Unsyiah. Dengan mengangkat tema “Ketika TOEFL Menghambat Gelar Sarjanaku”, diskusi cerdas mencari solusi permasalahan TOEFL pun dilakukan bersama para peserta.


Kegiatan ini memfokuskan pembenahan akan masalah yang terjadi terkait dengan TOEFL sebagai syarat kelulusan. Dimana hal ini merupakan isu yang santer beredar dan menakutkan bagi kalangan mahasiswa yang masih awam dengan TOEFL. Banyaknya pertanyaan yang kritis dari para peserta menandakan perlu adanya pengarahan yang memadai serta informasi yang baik akan hal ini.


“Selama kalian mau, kami akan memfasilitasi dan kami sangat menginginkan kalian lulus cepat dengan tidak mengesampingkan kemampuan bahasa inggris.” Ujar Dr. Hizir Sofyan selaku PR I Unsyiah.


Selain mendukung mahasiswa dalam bentuk fasilitas, Pembantu Rektor yang bergerak di bidang akademik ini juga menambahkan sedikit motivasi. ”Mahasiswa harus memiliki tiga kriteria yang harus dikuasai, yaitu: bahasa, informasi, dan organisasi. Karena persaingan ke depan semakin ketat, tanamkan sifat kerja keras, no pain no gain. Yakinlah disaat telah bekerja keras maka Allah akan memberikan hasil yang terbaik.


Kesulitan lain yang terjadi di Unsyiah saat ini adalah kurangnya tenaga kerja untuk pengajar TOEFL. Sedangkan minat mahasiswa Unsyiah sangat tinggi dan menyebabkan peserta pun membludak. Karena itu, pihak Pusat Bahasa juga memberikan solusi untuk mengatasi masalah ini.


”Kebijakan terbaru, penambahan untuk ruangan tesTOEFl yaitu di ruang Flamboyan yang dapat menampung 300 orang, dan persyaratan skor minimal TOEFL adalah 475.”Jelas Ketua Pusat Bahasa Unsyiah.


Dengan kebijakan ini, diharapkan bisa membantu para peminat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk belajar dan mendalami TOEFL. Dengan pengajar yang lebih banyak dan juga pembelajaran yang berkualitas.


“Sudah sepatutnya yang mempunyai kecukupan nilai TOEFL dapat mengajari kawannya yang masih kurang, dan membuat kelompok belajar agar pembelajaran lebih efektif dan cepat.” kata  Dr.Ir.Alfiansyah Yulianur BC selaku PR III Unsyiah. [AR]

Posting Komentar

 
Top