0
Suraiya Kamaruzzaman saat memaparkan materi di Balee Keurukon FT Unsyiah. Zulfan/IT
Banda Aceh, IndustrialTimes.net - Bertempat di Balee Keurukon BEM FT Unsyiah Selasa (9/12) menyelenggarakan “Diskusi Qanun No 06/2014 Tentang Hukum Jinayah”.

Acara yang dilaksanakan ini merupakan salah satu program kerja BEM FT yang diprakarsai oleh Divisi Keputrian.

Acara ini dihadiri aktivis HAM perempuan, Suraiya Kamaruzzaman, penerima penghargaan N-PEACE pada acara anugerah perdamaian yang didukung oleh Badan PBB, United Nation Development Progamme (UNDP) selaku pemateri. 

Ikut memberi sambutan pada acara pembukaan Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FT Unsyiah Nasrullah RCL.

Diskusi ini berlangsung menarik karena acara ini tidak hanya memberikan paparan materi tetapi juga diskusi dengan mahasiswa-mahasiswa lingkungan FT Unsyiah.

Suraiya Kamaruzzaman selaku pemateri menyatakan bahwa Qanun Jinayah berpotensi terjadi konflik sosial ditataran masyarakat.

"Penegak syariat Islam (WH) tidak terkena hukum qanun jinayah saat dalam menajalankan tugasnya. Ini tentu suatu ketidakadilan dari qanun jinayah itu sendiri", ujar Suraiya.

Qanun jinayah ini akan mulai diberlakukan mulai bulan Desember tahun 2015. Hal ini yang coba disosialisasikan oleh BEM FT bagi masyarakat kampus.

"Kita mengharapkan mahasiswa teknik juga memahami tentang Qanun No 06/2014 Tentang Hukum Jinayah. Sehingga, mahasiswa itu sendiri dapat memproteksi dirinya sehingga tidak melanggar qanun yang berlaku di Aceh." ujar Ketua BEM FT Unsyiah, Hashfi Hamdani.[zh]

Posting Komentar

 
Top