0
Tiga puluh enam perwakilan negara sahabat akan datang dan ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Aceh.

Foto ini diambil pada 16 Januari 2005 di Lampuuk, Banda Aceh. Hanya tinggal Masjid yang berdiri tegak setelah tsunami menyapu Banda Aceh pada 26 Desember 2004, sepuluh tahun lalu. AFP PHOTO / JOEL SAGET (TOP) AFP PHOTO / CHAIDEER MAHYUDDIN (BOTTOM)
Banda Aceh – Peringatan sepuluh tahun bencana tsunami bakal digelar tak seperti biasanya. Masyarakat Aceh akan jadi sorotan di tanah air dan dunia.
Tiga puluh enam perwakilan negara sahabat akan datang dan ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Aceh, termasuk Presiden Joko Widodo juga dijadwalkan ikut menghadiri peringatan itu.
Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam konferensi pers, Senin (22/12), mengatakan, puncak peringatan 10 tahun tsunami pada Jumat, 26 Desember nanti, akan dipusatkan di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh.
Lapangan itu juga dikenal sebagai Thanks to the World Park. Di tempat itu dibangun sebuah monumen berbentuk gelombang laut. Di samping monumen terdapat jumlah korban tewas yang mencapai lebih dari 170.000 warga Aceh dan data-data kerusakan akibat tsunami.
Di sekeliling lapangan terdapat track lari dan puluhan kepala perahu yang ditempelkan bendera seluruh negara, yang terlibat membantu Aceh ketika proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Zaini menambahkan, selain acara puncak, Pemerintah Provinsi Aceh juga akan menggelar aneka kegiatan di Museum Tsunami dan Masjid Raya Baiturrahman. Kegiatan berlangsung selama empat hari, 25-28 Desember.
Pada Kamis malam, 25 Desember 2014, digelar doa dan tausiyah, atau renungan agama, yang dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman, masjid bersejarah kebanggan rakyat Aceh di pusat kota Banda Aceh. Diharapkan sekitar 7.000 warga Aceh menghadiri kegiatan yang dipimpin Ali Jaber, seorang ulama kelahiran Madinah yang menetap di Jakarta.
“Pada puncak peringatan 10 tahun tsunami keesokan harinya, Presiden Jokowi serta perwakilan negara sahabat akan menyampaikan pidato yang dilanjutkan dengan doa dan tausiyah,” kata Zaini.
Ia menambahkan, Pemerintah Aceh juga akan memberikan penghargaan terima kasih kepada seluruh negara, lembaga donor, dan lembaga swadaya masyarakat (NGO) nasional dan internasional yang telah membantu Aceh.
Selain kedua agenda utama, peringatan 10 tahun tsunami juga diisi dengan berbagai kegiatan lain seperti pameran tentang kebencanaan, pameran foto, seni kreatif Aceh dan dunia, pemutaran film dokumenter tsunami, serta lomba lari 10 kilometer.
“Sampai saat ini sudah 36 negara sahabat yang menyatakan akan hadir. Selain itu 33 organisasi internasional juga akan hadir,” ujar Zaini sambil menyebutkan 44 lembaga donor dan NGO internasional, nasional dan lokal akan berpartisipasi dalam pameran kebencanaan.
“Malam kesenian Aceh pada 26 dan 27 Desember ialah bentuk apresiasi rakyat Aceh untuk dunia yang telah membantu pembangunan kembali daerah ini. Kesenian Aceh ini nanti akan dipertunjukkan oleh kelompok seniman dari dalam dan luar negeri.”
Dia menambahkan, lomba lari 10 kilometer pada 28 Desember memiliki arti sebagai simbol dari harapan jiwa kebebasan dalam kemanusiaan. Para peserta yang telah mencapai 3.000 orang lebih diharapkan memperoleh pemahaman upaya rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh karena mereka akan berlari di sepanjang wilayah yang pernah dilanda tsunami. 

Posting Komentar

 
Top