0
Suasana Demonstrasi Mahasiswa Teknik Unsyiah, (Foto: Zul) @TimesIndustrial
Banda Aceh, IndustrialTimes.net - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Unsyiah menggelar aksi bebas bicara untuk memperingati 16 tahun pasca reformasi. Puluhan Mahasiswa Teknik berkumpul di Sekret BEM Teknik dan berkonvoi menuju Simpang Lima, (20/5). Aksi dilakukan pada pukul 20.00 wib ini bertujuan mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk menjaga amanah semangat reformasi para pendahulu dan  terus mengawal negeri pasca reformasi.

Dalam aksi tersebut sempat terjadi perdebatan antara mahasiswa yang melakukan aksi dengan aparat keamanan. Pihak keamanan tidak mengizinkan mahasiswa untuk melakukan aksi pada malam hari dengan alasan melanggar undang-undang. Namun mahasiswa menilai bahwa aksi pada malam hari tidak melanggar undang-undang. ”Dalam Undang-undang No. 9 tahun 1998, tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum, tidak diatur larangan aksi pada malam hari”. Ujar Savero Alvard Destika, sebagai Koordinator Lapangan.(Korlap).

Savero juga menambahkan bahwa pihak keamanan juga tidak memperbolehkan mahasiswa untuk membagi-bagikan selebaran dan sticker. “16 tahun reformasi, mahasiswa masih dikekang untuk bebas menyampaikan pendapat, padahal membagikan selebaran dan sticker tidak jauh beda dengan aksi minta sumbangan”.
Pihak keamanan bersikeras melarang dan mengancam akan membubarkan aksi secara paksa, namun mahasiwa teknik tidak mengurungkan niatnya untuk aksi, akhirnya aksi berpindah lokasi ke gerbang Kopelma kampus Unsyiah.

Aksi tersebut sempat menarik perhatian dari pengguna jalan, karena dalam aksi tersebut mahasiswa teknik selain melakukan orasi dan pembagian selebaran, juga menampilkan teaterikal perjuangan demokrasi berupa perjuangan masyarakat Indonesia dan kerja keras mahasiswa dalam meruntuhkan rezim Soeharto.(Ind/Am).

Posting Komentar

 
Top