0
(Foto: Antara/Rahmad)
Jakarta, IndustrialTimes.net - Pengamat Kepolisian, Bambang Widodo Umar, menilai maraknya kasus kekerasan menjelang pemilu di Aceh lantaran lemahnya peran kepolisian dalam mengamankan pesta demokrasi.
 
"Saya lihat nampaknya pengawalan secara umum di Indonesia baik-baik aja, kalau di Aceh itu karena faktor polisi yang kebobolan," kata Bambang, Selasa (8/4/2014) malam.
 
Bambang menduga faktor lainnya yang menyebabkan hal itu terjadi lantaran minimnya biaya yang diperuntukkan untuk pengamanan Pemilu.
 
"Seharusnya tidak demikian, dia kan sudah dibayar dalam arti untuk operasional yang direncanakan, maka kalau diberikan anggaran dan mengeluhkan kecil, pasti akan menimbulkan kecemburuan sosial dengan pihak lainnya.
 
Menurutnya, jika semua itu terus dilakukan oleh Polri maka dengan sendirinya masyarakat akan memandang buruk kepadanya.
 
"Saya pikir harus ada manajemen yang baik untuk memprioritaskan semua itu, jadi Kapolri harus mengutamakan pengamanan karena itu sudah menjadi tupoksi Polri," jelasnya
 
Kendati demikian, Bambang berharap kepada lembaga pimpinan Jenderal Sutarman untuk mengambil lantak tegas jika tidak ingin dilecehkan oleh masyarakat.
 
"Jangan sampai politisasi terjadi kepadanya lantaran tidak mampu mengungkap pelaku utamanya, selain itu akan menimbulkan pandangan masyarakat yang tidak baik," tuturnya. [Okezone]

Posting Komentar

 
Top