Indonesia Bisa Kuliah Online | Industrial Times

0
ilustrasi. stamford.edu 
Jakarta, IndustrialTimes.net - Sistem kuliah online sudah umum dilakukan banyak perguruan tinggi di berbagai negara. Di Indonesia, sistem ini baru mulai dirintis secara nasional.

Dalam waktu dekat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan meluncurkan program Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu (PDITT) alias kuliah online. Rencananya, program ini akan diresmikan pada April 2014.

PDIT memungkinkan kita bisa mengikuti kuliah lintas perguruan tinggi. Asyiknya, mahasiswa bisa menyimak materi kuliah dari berbagai pakar yang tidak mereka dapatkan di kampus asal. Caranya mudah, cukup akses laman http://pditt.belajar.kemdikbud.go.id/ untuk mendaftarkan diri dan memilih mata kuliah yang diminati. Kemudian, perkuliahan online akan berlangsung di perguruan tinggi pilihan.

Salah satu kampus yang menjadi mitra dalam program PDIT adalah Universitas Indonesia (UI). Perguruan tinggi lain yang menyediakan perkuliahan online ini ialah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), dan Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Ilmu Komputer (Aptikom).

Menurut Ketua Kantor Pelayanan dan Pengembangan Sumberdaya Pembelajaran (PPSP) UI, Gatot Fatwanto Hertono, Ph.D., program kuliahonline untuk mahasiswa non-UI akan dimulai semester mendatang. Sebagai tahap awal, UI akan menyediakan enam mata kuliah yaitu Pengantar Ilmu politik, Metabolisme, Akuntansi Keuangan 2, Advokasi Kesehatan, Machine Learning, dan Pemrograman Logika.

"Akan difungsikan sebagai satu perkuliahan penuh pada September nanti," kata Gatot, seperti dikutip dari laman UI, Senin (7/4/2014).

Gatot menjelaskan, mahasiswa aktif di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta dapat menjadi peserta program PDIT ini. Syaratnya, melakukan registrasi terlebih dahulu.

Seperti halnya perkuliahan tatap muka, mahasiswa kuliah online di UI juga akan mendapatkan Nomor Pokok Mahasiswa (NPM). NPM ini akan berfungsi sebagai identitas untuk mengakses mata kuliah online. Peserta kuliah online juga akan mendapatkan penilaian yang sama dengan mahasiswa UI. Dan di akhir semester mereka akan mendapatkan transkrip nilai.

Karena masih disiapkan, Gatot belum dapat memastikan kuota mahasiswa untuk setiap mata kuliah online. Kuota tersebut harus disesuaikan dengan kesiapan dosen pengampu.

"Karena bertujuan untuk dapat diakses seluas mungkin, dosen harus dapat melayani banyak mahasiswa. Dalam perkuliahan online ini, mahasiswa dapat mengunduh rekaman perkuliahan dan materi-materi perkuliahan," imbuh Gatot.

PDIT sendiri akan dikembangkan menjadi sistem kuliah interaktif dan konsultatif dengan dosen pengampu. Ditjen Dikti Kemendikbud pun akan mengembangkan PDIT dalam empat tahapan. Setelah tahap pertama stabil, skema selanjutnya adalah perguruan tinggi peserta kuliah onlinedapat turut menjadi penyelenggara. Pemerintah menargetkan, pada tahap keempat, perkuliahan online ini dapat diikuti oleh masyarakat umum. [okezone]

Posting Komentar

 
Top