0
Ilustrasi, (Foto: Industrial Times)
Perth, IndustrialTimes.net - Bahasa Indonesia mulai menjadi perhatian banyak warga Australia. Kini, peminat bahasa Indonesia di Negeri Kanguru ini kian banyak. Bahkan, murid Tranby College wajib mempelajari bahasa Indonesia hingga kelas X.

Menurut Kepala Balai Bahasa Indonesia Perth (BBIP) Karen Bailey, banyak yang jatuh cinta dengan Indonesia dan ingin mengenalnya lebih dalam. Tetapi, pemahaman yang baik tentang Indonesia hanya akan tercipta jika seseorang memelajarinya.

"Dengan memelajari bahasa Indonesia, kami bisa menghilangkan kesalahan persepsi tentang Indonesia. Dan sebaliknya, berkomunikasi dengan bahasa Indonesia membuat Anda mengerti cara kami berpikir," tutur wanita asli Australia itu.

Penguasaan bahasa Indonesia Karen sendiri cukup baik. Tidak heran, Karen mengenal Indonesia sejak 24 tahun lalu. Pada 1990, dia pergi ke Bali dan jatuh cinta pada Indonesia. Setelah menamatkan kuliahnya, empat tahun kemudian Karen kembali ke Tanah Air dan belajar intensif tentang bahasa dan budaya Indonesia.

Karen menegaskan, meski cinta pada Indonesia, tidak akan ada yang mampu mengambil ke-Australia-an dari dirinya. Namun, dia berusaha memahami bahasa dan budaya Indonesia sehingga bisa berkomunikasi dengan baik dengan orang Indonesia.

"Bagaimanapun juga, Anda harus mencintai bahasa Indonesia. Ini adalah bahasa pemersatu bangsa," ujarnya.

Menjalankan satu-satunya lembaga yang membuka kursus bahasa Indonesia di Perth bukanlah perkara mudah. Masalah utama yang dihadapi BBIP adalah pendanaan.

Hingga dua tahun lalu, pemerintah Australia memberi dukungan dana kepada BBIP. Namun, pos pendanaan bagi BBIP menyusut. Ruang gerak BBIP pun terbatas. Sementara perhatian dari pemerintah Indonesia sebatas ucapan.

"Kami memang butuh sponsor agar program BBIP terus berjalan," imbuh Karen.

Di antara program rutin BBIP adalah BBIP Festival Film Indonesia Perth, Artist in Residence serta studi tur bagi kepala sekolah Australia untuk mengunjungi Indonesia. Dengan kursus bahasa sebagai satu-satunya sumber dana BBIP, sulit bagi mereka mempertahankan semua program untuk tetap berjalan. Saat ini, hanya festival film yang masih dapat dipertahankan BBIP, sedangkan program lainnya terpaksa dihentikan karena ketiadaan dana.

Hal ini sangat disesalkan Karen. Pasalnya, diplomasi people to peoplemelalui bahasa dan budaya yang diusung BBIP sebenarnya sangat berperan di tengah fluktuasi hubungan diplomatik antara Australia dan Indonesia.

"Sebab, misi BBIP adalah meningkatkan kegiatan hubungan antara perorangan, pengusaha serta lembaga-lembaga untuk mewujudkan hubungan yang lebih baik antara kedua negara," tuturnya. (Ind/Am)

Source: Okezone

Posting Komentar

 
Top