Teknik Elektro Unsyiah Gelar Workshop Hak Kekayaan Intelektual (HKI) | Industrial Times

1
Suasana Workshop, Balee Keurukon @T.M Husaini/Industrial Times
Darussalam, IndustrialTimes.net – Teknik elektro Unsyiah menggelar workshop Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Acara tersebut berlansung di Balee Keurukon Fakultas Teknik Unsyiah, Senin(11/11).

Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik Unsyiah, Dr. Ir. Mirza Irwansyah, MBA, MLA. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan salah satu modal intelektual yang memiliki nilai ekonomis yang dapat ditingkatkan dalam suatu produk dan teknologi, juga memiliki aset bisnis dalam suatu  perusahaan.

Workshop dipandu oleh Prof. Dr. Ir Yuwaldi Away, M.Sc dengan menghadirkan tiga pemateri yaitu, Dr. Ir. Agus Santoso Tamsir, MT (Dosen Fakultas Teknik Universitas Indonesia), Fathlurrahman, SH, MM (Kakanwil Kemenkumham Aceh), dan Teuku Eddy Faisal Rusdy, SHI, M.Sc (Konsultan dan Praktisi HKI).

Dr. Ir. Agus Santoso Tamsir, MT memaparkan tentang apa saja yang dapat dipatenkan, diantaranya yaitu sebuah metode, sebuah sistem, serangkaian kombinasi dan lain sebagainya dan juga memberikan motivasi untuk berkreasi dalam menciptakan suatu ide untuk dipatenkan. Hak Kekayaan Intelektual (HKI) memiliki ruang lingkup berupa hak paten, merek, desain industri, dan lain sebagainya yang memiliki hukum.

Teuku Eddy Faisal Rusdy sebagai pemateri dan juga sehari-harinya bergelut dalam hal hukum perundang-undangan HKI menjelaskan bahwa di Indonesia pendaftaran paten milik Warga Negara Indonesia (WNI) itu mencapai sekitar 20%, sisanya merupakan paten milik asing sedangkan pendaftaran merek milik Warga Negara Indonesia (WNI) mencapai sekitar 80% dan sisanya merek milik asing. Dalam sehari pengajuan HKI bisa mencapai 300 merek sehingga pengurusannya sangat lama.am

Posting Komentar

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda. Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di sini

    BalasHapus

 
Top