10 Resolusi SBY untuk Aceh | Industrial Times

1
Penyerahan gelar Doctor Honoris Causa @Raihan Dara Lufika/IndustrialTimes.net
Banda Aceh, IndustrialTimes.net – Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Kamis malam (19/9) menerima gelar doktor kehormatan (Doctor Honoris Causa) oleh Universitas Syiah Kuala bertempat di Gedung Academic Activity Center (AAC) Prof Dr Dayan Dawood MA, Darussalam.

SBY merasa terhormat mendapat gelar H.C. dari universitas “Jantong Hatee Rakyat Aceh". Gelar H.C bidang hukum perdamaian yang diberikan ini didedikasikan untuk rakyat Aceh  yang sangat beliau banggakan. Selama 30 tahun konflik berlangsung di Serambi Mekkah. Menurutnya perang adalah opsi terakhir dari suatu konflik,  karena menghilangkan trauma perang adalah hal yang sangat sulit. Sebagai anak bangsa, beliau ingin menghentikan pertumpahan darah di tanah Aceh. Jalan yang dilalui cukup berat melalui berbagai musyawarah dan diplomasi, dalam dan luar negeri.

Beliau mengungkapkan semua usaha selama menjadi Menkopolhukam merupakan modal untuk mencari solusi perdamaian di Aceh. Saat menjadi presiden bersama Jusuf Kala, beliau beranggapan konflik lebih baik berakhir dengan pendekatan damai daripada pendekatan militer karena konflik hanya akan menghambat pembangunan di Aceh. Ditengah usaha perdamaian itu, terjadilah Tsunami membuat  Aceh dan Indonesia berduka.

Perdamaian dengan konsep otonomi khusus namun tetap dalam naungan NKRI. Setelah dibicarakan secara khusus, perundingan antara pemerintah RI dan GAM dilaksanakan di Helsinki. Dalam rekonstruksi Aceh, semua elemen, pemerintah, mantan anggota GAM, masyarakat bisa turut serta untuk menciptakan Aceh lebih baik.

Terdapat 10 poin yang SBY anjurkan untuk Aceh:

1. Setiap konflik selalu punya jalan keluar.
2. Setiap konflik berbeda dinamika dan masalahnya.
3. Mencegah konflik lebih baik, daripada menyelesaikan.
4. Resolusi dan rekonstruksi setelah konflik harus memiliki pemimpin yang kuat.
5. Konflik yang belum selesai, kelola dengan baik.
6. Kesempatan untuk damai sering datang tiba-tiba, pemimpin harus jeli melihat peluang.
7. Pendekatan perdamaian harus pragmatis, fleksibel, dan jauh ke depan.
8. Membangun kepercayaan antar pihak yang berkonflik.
9. Menjaga perdamaian.
10. Sebisa mungkin tidak mengulangi kesalahan yang sama atau melanggar perjanjian Jenewa

Pada akhir pidatonya, SBY tak lupa mengucapkan selamat ulang tahun ke 52 bagi Universitas Syiah Kuala, semoga menjadi universitas ternama dan mendunia. SBY juga mengajak masyarakat aceh untuk selalu bergairah menjaga perdamaian di tanah rencong. “Saya mengajak rakyat Aceh untuk optimis menapaki masa depan Aceh yg semakin cerah.” ujar Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. rdl-zh

Posting Komentar

  1. Terima kasih untuk berita dan gambar suasana saat itu,serasa dibawa kedalam AAC bagi yang tidak berkesempatan hadir....Bravo Industrial Times

    BalasHapus

 
Top