Meugang, Tradisi Aceh Menyambut Ramadhan | Industrial Times

0
©FOTO ANTARA/Irwansyah Putra/hp/hm/10
Banda Aceh – Kota Banda Aceh terasa sejuk kemarin. Matahari bersembunyi dibalik awan-awan. Namun masih saja terdengar kicau burung tanda alam sedang beraktifitas tak peduli bagaimana pun keadaan cuaca. Sesuai hasil sidang isbat, tanggal 1 Ramadhan 1434H di nyatakan jatuh pada tanggal 10 Juli 2013 yaitu hari ini. Lupakan sejenak tentang tanggal mulainya bulan suci Umat Islam tersebut, mari kita mundur beberapa hari kebelakang.

Ini adalah kota sejarah. Kalau saja kita mau meluangkan waktu sejenak, membaca atau paling tidak mendengar kejayaannya di masa lalu, mungkin saat ini kita akan berusaha sekuat tenaga mengembalikan kejayaan itu. Aceh, sejak dulu kental dengan nilai-nilai islami sejak awal penyebaran Islam di Indonesia. Bahkan untuk beberapa periode, Aceh kerap disebut Serambi Makkah dengan makna yang sebenarnya. Yaitu orang datang dan belajar islam dahulu di Aceh sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke Mekkah.

Keadaan ini secara alami telah membentuk pribadi masyarakat Aceh yang dekat dan menjunjung tinggi nilai-nilai islami. Hal ini tergambar jelas dari tradisi masyarakat Aceh yang kerap memuliakan hari-hari besar agama islam. Salah satunya adalah Meugang.

Meugang dapat diartikan kegiatan membeli, mengolah, dan menyantap daging sapi. Mengapa harus daging sapi? Karena keseharian masyarakat Aceh yang tinggal di daerah pesisir adalah menyantap masakan olahan hasil laut. Maka untuk menghormati datangnya bulan Ramadhan, daging sapi merupakan makanan terbaik untuk di konsumsi bersama keluarga.

Tradisi meugang telah terjadi turun temurun di Aceh. Tidak peduli dari kalangan mana pun, meugang harus dilaksanakan meski harus menghabiskan tabungan, walau harga BBM naik yang berdampak pada naiknya harga daging seperti saat ini. Hal ini di satu sisi merupakan hal positif karena membantu masyarakat Aceh untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah mengingat sudah memasuki bulan Ramadhan. Namun ada hal lain yang jauh lebih penting di persiapkan menyambut Ramadhan ini daripada membuat makanan khas meugang, yaitu menyiapkan diri untuk beribadah semaksimal mungkin dibulan yang hanya ada satu kali dalam setahun ini.

Jangan sia-siakan ramadhan kali ini, apalagi jika bisa menyiapkan diri sekaligus menyantap masakan meugang, itu jauh lebih nikmat bukan? (ind/rdl)

Posting Komentar

 
Top