Keistimewaan Malam Seribu Bulan | Industrial Times

0
Lailatul Qadar (ilustrasi)
Tidak terasa, bulan Ramadhan telah mencapai penghujung. Waktu yang tersisa di bulan penuh berkah ini tidak lama lagi. Sepuluh malam yang terakhir, sepuluh malam pembebasan dari api neraka tidak boleh kita sia-siakan. Disepuluh malam terakhir ini juga terdapat keistimewaan lain, yaitu malam Lailatul Qadar. Malam Lailatul Qadar berada disepuluh malam terakhir pada malam-malam yang ganjil. Pasti Intimers sekalian kurang lebih telah mengetahui atau mungkin mendengar tentang keistimewaan malam ini. Diatara keistimewaannya adalah :
  1. Malam yang lebih baik dari seribu bulan. Hal ini tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Qadr surat ke 97. Dalam ayat ini dikatakan bahwa, “Malam kemuliaan itu (Lailatul Qadr) lebih baik dari seribu bulan” (Q.S. Al-Qadr:3). Bayangkan saja, seribu bulan itu setara dengan 83 tahun lebih, umur kita pun belum tentu selama itu, dan kalaupun memang kita diberikan kehidupan oleh Allah selama 83 tahun, yakinkah penuh ridha Allah semuanya? Maka mencari malam Lailatul Qadar sangatlah dianjurkan!
  2. Rasulullah pun mencari malam Lailatul Qadar. Rasulullah, yang telah dijamin oleh Allah masuk kedalam syurga sekalipun masih mengharapkan mendapat malam Lailatul Qadar. Beliau mengencangkan ikat pinggang, beri’tikaf, berdzikir, sholat, dan beribadah di sepuluh malam terakhir. Bahkan beliau juga membangunkan istri-istri beliau untuk beribadah kepada Allah.
  3. Seluruh alam ikut berdzikir kepada Allah. Dalam beberapa ceramah, disampaikan bahwa pada malam Lailatul Qadr, pepohonan, gunung, hewan, dan seluruh alam ikut berdzikir mengagungkan nama Allah. Pepohonan, hewan, yang tidak punya hati dan pikiran saja ikut berdzikir, lantas, mengapa kita tidak berusaha untuk berdzikir pula?
Alm. ustadz Jefri Al-Buchori juga mengatakan bahwa “Allah akan melaknat orang-orang yang apabila datang dan perginya bulan Ramadhan, namun ia masih berdosa, masih menyimpan dendam, hasat di dalam hatinya kepada keluarga, tetangga, dan sahabatnya. Maka, demi meninggalkan bulan yang penuh rahmat ini, mari kita perbanyak qiyamul lail baik secara berjamaah maupun sendirian, berdo’a, berdzikir, dan bershalawat”. Mudah-mudahan Allah berkenan mempertemukan kita dengan malam Lailatul Qadar dan Ramadhan tahun depan. Amin. (ind/rdl)

Posting Komentar

 
Top