Aceh, Destinasi Favorit KKN Kebangsaan 2013 | Industrial Times

0

Bak Buloh, Aceh Besar – Suasana Gampong Bak Buloh terasa damai. Sore itu, dengan angin bertiup sepoi-sepoi jalanan menuju Gampong Bak Buloh terlihat ramai. Warga mulai beraktifitas bersiap menyiapkan buka puasa yang akan segera datang. Gampong Bak Buloh adalah satu dari sekian banyak desa tempat diselenggarakannya KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang merupakan program Universitas Syiah Kuala dalam menerapkan Tri Dharma Pendidikan poin pengabdian.
KKN tahun 2013 mengambil lokasi di sekitar Aceh Besar. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan KKN dapat merata keseluruh Aceh pada tahun-tahun berikutnya. Selain untuk mengabdi ilmu kebidangan yang dipelajari mahasiswa di kampus, KKN ini juga bertujuan untuk mengasah kemampuan bersosialisasi mahasiswa dengan warga sekitar.

“KKN ini sangat bermanfaat untuk bersosialisasi. Namun masih kurang optimal karena keterbatasan keadaan yang mengakibatkan mahasiswa tidak bisa mengabdikan ilmunya secara maksimal. Misalnya salah satu teman kelompok KKN kami yang berkuliah di Teknik Kelautan. Pengabdian ilmu kelautan seperti apa yang diharapkan di gampong yang jauh dari pesisir pantai ini? Mungkin hal ini bisa lebih dipertimbangkan oleh pihak Universitas” ujar Nirwan Cakra, mahasiswa Fakultas Teknik jurusan Arsitektur yang dalam program KKN mendesain peta.

Selain itu, pada KKN tahun ini terdapat sebuah program bertajuk KKN Kebangsaan. Hal ini membuka kemungkinan mahasiswa untuk melakukan KKN diluar wilayah domisili kampusnya. Milda Evana, mahasiswi dari Universitas Sriwijaya ini mengaku memilih mengikuti program ini karena ingin mencoba bersosialisasi dengan masyarakat dari daerah lain sekalian jalan-jalan. Berbeda dengan Alfi Ramadhani, mahasiswi dari Universitas Riau ini memilih Aceh karena periode KKN yang paling singkat dibanding daerah lain juga karena tertarik dengan pesona Aceh yang terkenal Islami. Namun Alfi Ramadhani mengaku kecewa dengan kondisi Aceh yang tidak se-Islami seperti kedengarannya.

Kedua mahasiswa program KKN Kebangsaan ini mengaku mengalami kesulitan berbahasa selama masa KKN, namun keduanya bersyukur karena mendapatkan sambutan yang hangat dari warga sekitar dan juga bantuan dari teman-teman sekelompok dari Universitas Syiah Kuala. Semoga program KKN ini dapat membantu mahasiswa mengabdikan ilmunya sehingga bermanfaat bagi masyarakat sekitar. (ind/rdl-zh)
Alfi Ramadhani Jurusan Bimbingan Konseling UNRI

Milda Elvana Jurusan Sosiologi UNSRI

Posting Komentar

 
Top