Info
|
Profil G+ Profil Facebook Profil twitter profil Youtube rss feed
Berita Unik

Semester Depan, FT Unsyiah Buka Kelas Internasional

ilustrasi mahasiswa FT Unsyiah
Banda Aceh, IndustrialTimes.net - Pembantu Rektor IV Bidang kerjasama dan penguatan kelembagaan Universitas Syiah Kuala telah memberikan mandat kepada Fakultas Teknik untuk membuka kelas internasional. Kelas internasional tersebut direncakan akan dibuka pada semester ganjil 2014/2015.

“PR IV sudah memberikan mandat kepada fakultas kalau memang memungkinkan untuk mengelola kelas internasional,” ujar Dekan FT Unsyiah, Mirza Irwansyah Senin (14/4).

Dekan menambahkan, dosen yang dimiliki oleh FT Unsyiah merupakan alumni luar negeri. Dosen-dosen tersebut mempunyai kemampuan berbahasa Inggris yang baik, dan dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar.

Dijelaskan, pada tahun lalu telah diterapkan kelas pionir berbahasa Inggris. Namun sangat disayangkan animo mahasiswa belajar dalam bahasa Inggris masih kurang. Dari beberapa kelas yang menggunakan bahasa Inggris, mahasiswa cenderung kurang aktif dalam bertanya dan memberikan masukan dalam bahasa Inggris

“Kedepannya, kita coba kembali membuka kelas yang berbasis internasional yang memenuhi standar Accreditation Board for Engineering (ABED) ,” tambah Mirza.[zh]

Pengguna Yahoo, Gmail, dan Facebook? Gantilah Password

ilustrasi login akun
Banda Aceh, IndustrialTimes.net – Menyusul ditemukannya sebuah celah keamanan bernama "heartbleed", para pengguna layanan internet diimbau mengganti password yang digunakan untuk masing-masing penyedia jasa. 

Sebagaimana dilaporkan oleh Mashable, Rabu (9/4/2014), sejumlah layanan populer, antara lain Yahoo, Gmail, dan Facebook, ikut terdampak.

Gara-gara bug ini, informasi sensitif seperti password dan nomor kartu kredit yang digunakan pengguna selama dua tahun terakhir bisa diperoleh orang tak bertanggung jawab.

Belum jelas, situs internet mana saja yang terkena imbas heartbleed. Namun, sejumlah nama besar di dunia layanan online, termasuk Google, Yahoo, dan Dropbox, turut terpengaruh. Bahkan, situs forum komunitas terbesar di Indonesia, Kaskus pun terdampak celah ini.

Sebagian nama layanan yang terkena dampak heartbleed bisa dilihat dalam sebuah daftar yang dibuat pada 8 April. Semenjak daftar tersebut dipublikasikan, beberapa penyedia layanan telah menyalurkan patch untuk menambal celah sekuriti yang ada.

Tak jelas apabila bug yang ada dan tidak terdeteksi selama dua tahun ini pernah digunakan peretas (hacker) untuk mencuri data. Namun, pengguna diimbau untuk segera menggantipassword di seluruh layanan internet yang dimiliki.

Heartbleed

Heartbleed ramai disebut sebagai salah satu celah keamanan terbesar dan tercanggih yang pernah ditemukan sepanjang sejarah internet.

Bug ini ditemukan pada OpenSSL, sebuah protokol sekuriti open-source yang digunakan untuk enkripsi informasi sensitif melalui fungsi SSL (secure sockets layer) di banyak layanan berbasis internet.

Dengan mengeksploitasi celah heartbleed pada OpenSSL, peretasbisa mencuri informasi, meskipun sebuah situs atau penyedia layanan sudah melakukan enkripsi (ditandai dengan gambar "gembok" dan prefiks "https:" pada URL).

Heartbleed berimbas pada semua situs dan layanan yang menjalankan OpenSSL versi 1.0.1 hingga 1.01f. Versi-versi OpenSSL yang rawan tersebut sudah banyak dipakai pada Mei 2012.

Artinya, selama dua tahun, bug ini telah beredar tanpa terdeteksi di semua penyedia layanan yang menggunakan enkripsi OpenSSL terkait, mulai dari aplikasi, situs internet, hingga institusi perbankan.

Masalahnya menjadi besar karena OpenSSL digunakan oleh 66 persen dari semua bagianweb internet untuk meng-enkripsi data sehingga celah keamanan tersebar luas.

Dari sisi pengguna, tak ada yang bisa dilakukan untuk mengatasi bug ini kecuali menunggu penyedia layanan bersangkutan menambal celah heartbleed, lalu mengganti password untuk berjaga-jaga apabila kata kunci yang lama telah bocor.

Daftar layanan internet yang wajib diganti password-nya dapat dilihat dari tautan ini. [kompas]

Unsyiah, Dari Kunjungan Industri Hingga Jalin MoU

Dekan FT dan dosen Jurusan Teknik Kimia Unsyiah saat melepas rombongan kunjungan industri ke Malaysua dan Singapura pada Minggu, (13/4) di Ruang Kuliah Umum Teknik Kimia.
Banda Aceh, IndustrialTimes.net – Sebanyak 26 mahasiswa dan 3 dosen pendamping dari jurusan Teknik Kimia Unsyiah melakukan kunjungan industri, sains, dan teknologi ke Malaysia dan Singapura pada Minggu, (13/4).
Kunjungan industri tersebut, akan mengunjungi Universiti Putra Malaysia, University Of Malaya, Universiti Sains Malaysia, NUS Singapore University, dan Shell Johor Bahru.
Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa didampingi oleh tiga dosen pendamping Nasrul, Syaifullah, dan Zuhra.
Syaifullah menerangkan, maksud dari kunjungan industri, sains, dan teknologi ini adalah untuk memberi pandangan baru atau wawasan bagi mahasiswa terhadap beberapa negara tetangga. Terutama yang berkaitan dengan kimia dan industri. Para mahasiswa akan melihat bagaimana industri di negara tetangga dijalankan.
Dijelaskannya, dengan melihat laboratorium, peralatan, kurikulum, sistem manajemen, mahasiswa akan memiliki pandangan baru terhadap atmosfer pendidikan sehingga menjadi bekal saat menjadi sarjana Teknik Kimia.
Saat kujungan industri, sains, dan teknologi ini, diharapkan nantinya akan akan ada MoU. MoU untuk kerjasama internasional antar universitas yag lebih dikenal Umbrella Memorandum Of Understanding (UMOU).
Saat ini Fakultas Teknik Unsyiah, sudah memiliki MoU dengan Universiti Putra Malaysia, University Of Malaya dan Universiti Sains Malaysia. Untuk MoU dengan NUS Singapore University direncanakan akan diinisiasikan dalam kunjungan kali ini.
“MoU ini akan menjadi cikal bakal atau landasan untuk prodi-prodi bekerjasama. Kalau memungkinkan, kita inisiasi untuk membuat MoU yang akan menjadi cikal bakal atau landasan untuk prodi-prodi bekerjasama. Apabila ini terjadi,  akan bermanfaat bagi Unsyiah baik itu riset, pertukaran pelajar, kelas internasional, double degree, dll,” ujar Syaifullah.
Dengan kunjungan tersebut, Dekan FT Unsyiah mengharapkan mahasiswa dapat mempelajari apa-apa saja yang dilakukan oleh Malaysia dan Singapura dalam membangun industrinya termasuk bagaimana mengelola laboratorium secara profesional.

“Keempat universitas yang akan dikunjungi merupakan universitas terkemuka di Asia Tenggara. Disana, industri melibatkan universitas dalam pengembangannya. Hal tersebut sangat jarang terjadi di Unsyiah, dan mahasiswa bisa mempelajarinya disana,” ungkap Mirza Irwansyah. [zh]

Gowes Jadi Tren Mahasiswa Unsyiah

Industrial Engineering Bike Club berkumpul di depan Museum Tsunami Aceh pada Minggu, (13/4). (Foto: Zulfan)
Banda Aceh, IndustrialTimes.net – Bersepeda di akhir pekan menjadi tren baru dikalangan mahasiswa Unsyiah. Komunitas sepeda dari jurusan Teknik Industri dan Manajemen Ekonomi Unsyiah bersepeda mengitari kota Banda Aceh pada Minggu, (13/4).
Industrial Engineering Bike Club (IEBC) yang digagas oleh Almuttaqin berinisiatif untuk bersepeda dengan teman sejurusannya menuju Lampuuk. Saat ini anggota sudah mencapai 15 orang. Awalnya seluruh anggota yang rata-rata mahasiswa Teknik Industri ini, berkumpul di Museum Tsunami Aceh pada pukul 07.00 WIB. Kemudian rute yang ditempuh melewati Mata Ie, Keude Bieng, Pantai Lampuuk, dan kembali ke Museum Tsunami Aceh.
“Seminggu penuh mengikuti perkuliahan, dengan bersepeda kita dapat berolahraga dan rekreasi sekaligus melepas penat,” ujar Taqin.
Tak jauh berbeda dengan HMM Gowes Club yang merupakan komunitas sepeda Himpunan Mahasiswa Menajemen, pada hari yang sama para pesepeda berkumpul di pelataran parkir Stadion Hadimurtala pada pukul 06.30 WIB. Rute yang ditempuh dimulai dari Stadion Hadimurtala menuju Taman Sari dan kembali ke tempat awal berkumpul.
Bersepeda di akhir pekan merukapan program kerja dari Divisi Kesejahteraan Mahasiswa HMM dan menjadi ajang silaturahmi dengan sesama mahasiswa.
“Dengan bersepeda, kita harap mahasiswa dapat bersilaturahmi dan berolahraga,” terang Rachmat Fajri ketua HMM Unsyiah. [zh]

HMI Ekonomi Unsyiah Akan Adakan Rekrutmen dan Training

Brosur Pengumuman, (Foto: Istimewa) @NasrulHadi
Banda Aceh, IndustrialTimes.net - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Ekonomi Unsyiah akan mengadakan rekrutmen dan Basic Training (LK1) pada tanggal Kamis 17 April 2014. Ketua panitia Muhammad Razi Fallevi mengatakan untuk pendaftarannya terakhir pada tanggal 14 April 2014. 
“Pendaftaran terakhir hari Senin ke nomor handphone 0853-6086-9596, untuk screening test akan dilaksanakan pada Selasa dan Rabu” Jelas Razi.

Razi mengatakan acara ini mengangkat tema “Akademis, Organisatoris, dan Akhlakul Karimah; Mahasiswa sebagai Restorator Bangsa”. Untuk peserta tidak dibatasi oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi Unsyiah saja, tetapi juga bisa diikuti oleh mahasiswa Perguruan Tinggi lain di Banda Aceh.

Sementara Ketua Umum HMI Komisariat Fakultas Ekonomi Unsyiah, Nasrul Hadi mengatakan acara ini penting diikuti oleh mahasiswa. “Acara ini juga menjadi wadah belajar bagaimana cara kita memimpin dan melatih public speaking” ujarnya.

Seperti diketahui HMI merupakan organisasi mahasiswa yang tertua di Indonesia yang telah melahirkan banyak pemimpin bangsa, seperti mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Selain itu Yusril Ihza Mahendra, Mahfud MD, Abrahan Samad dan sejumlah tokoh nasional lain juga alumni HMI.(Ind/Am)
 

Video Clip

Hiburan

Teknologi

Kehidupan

Tips dan Trik

Kesehatan

Support : Ranup | Ikhwanesia | Unsyiah
Copyright © 2013. Industrial Times - email: redaksi.industrialtimes.net Phone: +6285277980001