Info
|
Profil G+ Profil Facebook Profil twitter profil Youtube rss feed
Berita Unik

Enam Produk Teknik Industri Go International

Produk Karya Teknik Industri Unsyiah di Ajang Iplus Aceh, Sabtu (28/4). (Foto: Alfhadil/IT)
Banda Aceh, Industrialtimes.net - Enam Karya inovasi dari mahasiswa Teknik Industri mewakili Fakultas Teknik Unsyiah di ajang kompetisi International  Iplus Aceh yang diselengarakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI), Sabtu (28/4). Kompetisi ini diikuti oleh beberapa negara, yaitu Malaysia, Korea Selatan, Kanada dan Amerika Serikat.
Keenam Produk yang diperlombakan ini merupakan hasil karya inovasi mahasiswa Teknik industri Unsyiah. Produk-produk  yang diikuti dalam  kompetisi ini Adalah RCP (Rooler Colour Paint), KABAR (Kata dan Angka Bergambar), MED (Mainan Edukasi Disleksia), Olinchip, Roll Board, dan Get Carong.
Kompetisi Ini merupakan ajang dimana untuk pertama kalinya Karya dari mahasiswa Teknik  Industri Unsyiah diperlombakan dalam ajang International,  dimana UUI sebagai tuan rumah pelaksana Kompetisi International ini.
"Sangat senang tentunya Bisa menggikuti ajang International ini, apalagi kegiatan ini diselanggaran di Aceh dan bisa berkompetisi dengan orang luar jadi nilai lebih dari ajang yang kami ikuti ini". tutur Dira Farhani salah satu  peserta Kompetisi dari Teknik Industri.

Pemenang dari kompetisi ini akan mewakili Indonesia di kompetisi International selanjutnya yang diselenggarakan di Malaysia. [MAS]

MISSION II , HMTP Unsyiah Bergegas

Poster MISSION II beserta informasi rangkaian kegiatan. (Foto: Tuwanku Oza)


Banda Aceh, IndustrialTimes.net - Perlu disadari bahwa Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala merupakan satu-satunya prodi pertambangan yang ada di Aceh. Kegiatan eksternal maupun internal sangat dibutuhkan untuk mengeksiskan jurusan ini di kalangan universitas maupun masyarakat Aceh. 

MISSION (Mining Agression) merupakan realisasi dari kegiatan tahunan HMTP Unsyiah yang kreatif. Terdapat enam rangkaian kegiatan yang dimulai pada 4 April - 26 April 2015. Diawali dengan Seminar Pertambangan Aceh dan diakhiri oleh Thanks Party. Kegiatan ini merupakan event unggulan dari HMTP Unsyiah.

“Alhamdulillah, HMTP Unsyiah sudah mempunyai agenda tahunan yang permanen. MISSION kedua ini sedang dalam persiapan dan pihak panitia pun bekerja keras untuk event ini.” Jelas Yudi Saputra, Ketua Himpunan Teknik Pertambangan Unsyiah.

Adapun peserta MISSION II mencakup dosen Fakultas Teknik se-Aceh, mahasiswa Teknik Pertambangan, Instansi Pemerintah di bidang Pertambangan se-Aceh, Perusahaan Pertambangan se-Aceh, LSM, jurnalis, siswa/i Banda Aceh dan Aceh Besar, juga mahasiswa Fakultas Teknik Unsyiah.

“MISSION bisa menjadi tempat pembelajaran yang paling berharga bagi setiap perangkat himpunan. Event ini juga bisa menjadi tanggung jawab moral yang nantinya akan terus berlanjut dalam kebaikan Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan ke depannya. MISSION bukan sekedar kegiatan tahunan yang bersifat senang-senang saja, tetapi di sinilah tempat kita berkumpul untuk meng-upgrade soft skill bidang keilmuan.” tegas Yudi Saputra. [AR]

Pemenang Lomba Mini Project i-SAT IV 2015

Banda Aceh, IndustrialTimes,net - Mini Project merupakan salah satu kategori yang diperlombakan pada acara i-SAT IV tahun 2015. Dengan tema "Alat Bantu Edukasi yang Berbasis Ekonomi Kreatif" akhirnya terpilih 3 pemenang lomba untuk kategori ini yakni Juara Pertama dari MAS Jeumala Amal dengan produk Tas Seetuk, Juara kedua dari SMAN 1 Lhokseumawe dengan produk Berdera Hijaiyah Sedangkan Juara ketiga dari SMAN 10 Fajar Harapan dengan produk Meupat Quality. Berikut deskripsi produk dari masing-masing Pemenang.

Juara 1 : Tas Seetuk dari MAS Jeumala Amal


Tas Seetuk. (Foto: Aldary Rachmadi/IT)
            Tas Seetuk merupakan pruduk recycle serba guna penuh kreatifitas yang dibuat oleh siswa-siswa MAS Jeumala Amal dari regional Sigli. Tas ini merupakan tas sekaligus dapat dijadikan alat edukasi bagi santri maupun siswa yang ingin belajar mengurutkan huruf hijaiyah maupun huruf abjad. Tas Seetuk yang berbahan utama dari pelepah pohon palem ini dirancang untuk semua kalangan pelajar dengan desain yang minimalis dan mampu dibongkar pasang. Penggunan tas yang sangat mudah ketika akan digunakan untuk belajar mengurutkan huruf hanya dengan membuka  resleting secara menyeluruh pada tas dan tas siap digunakan untuk belajar mengurutkan huruf yang telah tersedia di dalam bagian tas. Tas Seetuk juga dijahit rapi dengan menggunakan kain batik khas Aceh untuk menambah nilai keindahan pada produk ini. Mampu menampung beban berat juga menjadi nilai lebih yang diberikan oleh produk ini.

Juara 2 : Bendera Hijaiyah dari SMAN  1 Lhokseumawe

Bendera Hijaiyah(Foto: Aldary Rachmadi/IT)
            Dengan tujuan untuk meningkatkan daya hafal huruf hijaiyah untuk anak usia dini maka terciptalah “Bendera Hijaiyah” karya siswi-siswi SMAN 1 Lhokseumawe. Produk yang berbahan utama kayu dan plastic PVC ini dengan sistem bongkar pasang ini dapat digunakan dengan meletakkan tiang-tiang huruf hijaiyah yang telah tersedia langsung pada bagian luar dari produk yang inovatif ini. Sekilas produk ini menyerupai papan catur namun perbedaannya jelas terlihat dari sisi luar yang sudah dilengkapi dengan bagian-bagian menonjol pada bagian luar produk yang berfungsi sebagai penyangga tiang-tiang huruf hijaiyah. Didalam sudah terdapat bagian-bagian huruf hijaiyah yang sudah disediakan untuk direkatkan pada tiang.

Juara 3 : Meupat Quality dari SMAN 10 Fajar Harapan

Meupat Quality. (Foto: Aldary Rachmadi/IT)

Produk dengan berbagai macam fitur ini dinamakan Meupat Qualiy (Meja Lipat Kualitas Ori) karya inovatif dari siswa-siswi SMAN 10 fajar harapan banda aceh dilengkapi dengan berbagai fitur unik yang dapat digunakan dalam satu meja belajar sekaligus. Dengan ukuran yang sama dengan meja lipat belajar pada umumnya, produk ini sudah dilengkapi dengan papan tulis yang terletak pada sisi luar dari produk yang dapat digunakan dengan menariknya keatas. Produk yang berbahan kayu ini dengan desain yang minimalis membuat produk ini mudah digunakan dan disimpan .[ZF]



Mahasiswa Unsyiah Kembali Bertarung di Kancah Perfilman Nasional

Mukhlas Sah Walad dan Fuad Ridzqi Sebagai Sutradara di Film Pelangi di Tepian Samudra. (Foto: MSW)

Banda Aceh, IndustrialTimes.net- Dua mahasiswa Universitas Syiah Kuala, masuk nominasi film dokumenter pendek terbaik di ajang Malang Film Festival (MAFI Fest) 2015, Sabtu (21/3/2015). Kedua mahasiswa tersebut adalah Mukhlas Syah Walad dan Fuad Ridzqi. Mukhlas merupakan mahasiswa Fakultas Teknik dan Fuad Ridzqi dari Fakultas Ekonomi ini menjadi sutradara pada film “Pelangi di Tepian Samudera”.

Keduanya berhasil masuk dalam nominasi film dokumenter pendek terbaik dalam ajang paling bergengsi bagi seluruh mahasiswa yang bergulat dalam dunia perfilman di seluruh Indoensia. MAFI Fest 2015 akan berlangsung di Malang 2-4 April ini dengan serangkaian proses screening dan diskusi film, bersama sutradara-sutradara dari seluruh Indonesia. Film “Inong Silat” karya dua gadis Aceh Nadia Susera dan Mifthah Yuslukhalbi juga turut masuk dalam nominasi ini.

Film “Pelangi di Tepian Samudera” ini bercerita tentang kenduri laut di Pulau Banyak, Aceh Singkil, yang menjadi simbol pemersatu keberagaman suku, budaya dan agama yang hidup di Aceh Singkil. Kenduri laut merupakan sebuah kearifan lokal dan menjadi salah satu warisan leluhur masyarakat aceh dalam mensyukuri setiap rezeki yang Allah berikan.

Dua mahasiswa ini bertekad untuk membuat film kenduri laut ini dengan mengikuti ajang Aceh Documentary Competition (ADC) 2015, bertemakan “The Soul Of Culture” yang difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Sebelumnya, pada tahun 2013, dua mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Darang Melati dan Cut Ervida Diana) juga berhasil memenangkan Juara Pilihan Favorit Pemirsa di ajang Eagle Award Documentary Competition (EADC) 2013 dan masuk nominasi film dokumenter pendek terbaik Festival Film Indonesia (FFI) atas karya mereka yang berjudul “Hikayat di Ujung Pesisir”.

“Semoga film ini menginspirasi semangat persatuan dengan bentuk khazanah budaya dalam kebaragaman suku dan agama yang ada di Indonesia. Dan menjadi awal bagi kami para sineas muda Aceh untuk terus mengembangkan perfilman di Aceh,” kata Mukhlas saat diwawancarai Tim Industrial Times, Sabtu (21/3/2015). [NS/MSL]


Editor: [MAS]


Jadwal 16 Besar Piston Cup 2015

Piston Cup 2015(Foto: @PistonCup_30)
Banda Aceh, IndustrialTimes.net- Piston Cup 2015 telah melewati babak penyisihan grup yang dimulai sejak 18 Maret 2015. Dari hasil tersebut  didapatkan 16 Tim terbaik yang akan kembali bertanding dengan sistem gugur. Adapun jadwal lengkapnya sebagai berikut:




 

Video Clip

Hiburan

Teknologi

Kehidupan

Tips dan Trik

Kesehatan

Support : Ranup | Ikhwanesia | Unsyiah
Copyright © 2013. Industrial Times - email: redaksi.industrialtimes.net Phone: +6285277980001